
Bandung, DARAS.ID – Kegiatan bertajuk NGALAP AJIP (Menggali Jejak dan Warisan Ajip Rosidi) digelar di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan refleksi atas pemikiran serta kontribusi Almarhum Ajip Rosidi dalam dunia sastra dan kebudayaan, khususnya Sastra Sunda.
Agenda utama kegiatan meliputi Diskusi Ajip dan Bahasa Daerah serta Ajip di Tengah Keluarga. Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Tedi Muhtadin dan Darpan A. Winangun, M.Pd., serta dihadiri oleh putra dan cucu Ajip Rosidi yang turut membagikan pandangan tentang sosok Ajip dari sisi intelektual maupun keluarga.
NGALAP AJIP merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 28 Januari hingga 1 Februari 2026, dengan berbagai agenda pendukung seperti diskusi buku, pameran foto dan karya, pemutaran film, musikalisasi puisi, serta bazar buku.
Dalam diskusi yang berlangsung, disimpulkan bahwa karya-karya Ajip Rosidi mencerminkan kualitas sastra yang kuat, baik dalam Sastra Sunda maupun Sastra Indonesia.
Secara khusus, karya Ajip dalam Sastra Sunda dinilai merepresentasikan identitas Kesundaan yang meliputi idealisme, profesionalisme, dan patriotisme; kapasitas Kesundaan berupa sikap bebas, pikiran merdeka, dan kebijaksanaan; serta kualitas Sunda yang menautkan etika, logika, estetika, dan disiplin.
Pemikiran Ajip Rosidi juga dinilai relevan sebagai rujukan dalam menghadapi berbagai tantangan budaya Kesundaan, seperti ketidakpastian, kebaruan, keragaman, kesementaraan, dan persoalan keberlanjutan nilai budaya.
Pada kesempatan yang sama, panitia mengumumkan Hadiah Sastra Rancage ke-38 Tahun 2026 yang mencakup Sastra Sunda, Sastra Jawa, Sastra Bali, dan sastra daerah lainnya. Namun, untuk tahun 2026 ini Anugerah Hadiah Samsudi tidak diberikan, karena tidak terdapat karya buku yang memenuhi persyaratan penilaian.
Kegiatan NGALAP AJIP diselenggarakan oleh Yayasan Rancage bekerja sama dengan Pusat Studi Sunda, yang selama puluhan tahun konsisten mendorong pelestarian dan pengembangan sastra serta budaya daerah.
Panitia berharap kegiatan NGALAP AJIP dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin meluas jangkauannya dalam memperkuat literasi budaya dan kesadaran akan pentingnya bahasa serta sastra daerah.
Sumber berita: Dadan Dania
Editor: Nurdin Qusyaeri






