Website Berita dan Opini
Indeks

Ketua PC Persis Banjaran Sebut Lulusan Pesantren Harus Menjadi Agen Perubahan

Lulusan Pesantren
Pelepasan dan Paturay Tineung Santri Pesantren Persis 31 Banjaran. (Acil)

Soreang, Daras.id — Pesantren tidak cukup melahirkan generasi yang saleh secara pribadi. Lebih dari itu, pesantren harus mampu mencetak insan yang sanggup memperbaiki kehidupan masyarakat. Pesan inilah yang menjadi benang merah sambutan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Islam (Persis) Banjaran pada acara Pelepasan dan Paturay Tineung Santri Pesantren Persis 31 Banjaran Tingkat Tsanawiyah dan Mu’allimin di Gedung Budaya Sabilulungan, Sabtu (27/6/2026).

Mengangkat tema “Menjadi Santri Transformatif dan Berdaya Saing Hebat”, Ketua PC Persis Banjaran menilai tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah pendidikan Islam dalam menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, santri transformatif adalah mereka yang tidak berhenti pada keberhasilan dirinya sendiri, tetapi mampu menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik di mana pun berada.

“Ilmunya melahirkan amal, akhlaknya menginspirasi, dan kehadirannya membawa manfaat,” ujarnya.

Ia kemudian menghubungkan konsep tersebut dengan ajaran Islam mengenai pribadi shalih dan mushlih. Jika pribadi shalih berarti baik untuk dirinya sendiri, maka pribadi mushlih adalah sosok yang mampu mengajak orang lain kepada kebaikan dan memperbaiki kehidupan masyarakat.

Untuk memperkuat pandangannya, ia mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 104 yang memerintahkan umat Islam membentuk kelompok yang menyeru kepada kebajikan, mengajak kepada yang makruf, dan mencegah kemungkaran.

“Ayat ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus menjadi pelaku perubahan,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Kampung ke Kampung, Syiar Qurban Persis Banjaran Terus Menyala

Menurutnya, lulusan pesantren harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Keberadaan mereka semestinya membawa manfaat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi umat dan bangsa.

Selain menanamkan semangat perubahan, Ketua PC Persis Banjaran juga menekankan pentingnya membangun daya saing generasi muda Islam. Namun, daya saing yang dimaksud bukan semata-mata kemampuan memenangkan kompetisi akademik.

Ia menjelaskan bahwa daya saing harus dibangun melalui keunggulan ilmu, akhlak, keterampilan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat, tanpa kehilangan identitas sebagai seorang muslim.

“Generasi Islam harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi kehidupannya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Persis 31 Banjaran. Menurutnya, kelulusan merupakan hasil dari kesungguhan belajar, doa orang tua, keikhlasan para guru, serta pertolongan Allah SWT.

Melalui pesan tersebut, PC Persis Banjaran menegaskan bahwa orientasi pendidikan pesantren tidak berhenti pada pencapaian akademik maupun pembentukan karakter individual. Lebih jauh, pendidikan pesantren diarahkan untuk melahirkan generasi yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, dan tanggung jawab sosial sehingga mampu menjadi penggerak perubahan di tengah kehidupan masyarakat. (Acil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *