
Oleh Nisa Gustiani
Mahasiswa KPI IAI Persis Bandung
Singa tanpa taring,
Bunga tak mekar,
Api yang dingin,
Bumi tanpa hijau,
Kehidupan tanpa nyawa.
Begitulah kau,
Ketika diam menjadi pilihan,
Ketika kebisuan menjadi ciri.
Almamatermu adalah warisan darah perjuangan,
Namun kau tak perlu meneteskan peluh di medan perang.
Hanya gunakan akalmu—
Senjata tajam menggantikan bambu runcing para pahlawan.
Tapi kau ini sebenarnya apa?
Mengapa pikiranmu membisu saat negeri berguncang?
Mengapa kau tak bertanya,
Saat kebijakan menciptakan luka?
Kau ini sebenarnya apa?
Mengapa diam pada penjajahan dalam wajah yang tak asing?
Di mana gagahnya gelar Maha-mu,
Jika suara hilang ditelan ketakutan?
Lihatlah!
Rakyat menanti, matanya penuh harap.
Keluar dari kamarmu,
Suarakan kebenaran dengan lantang.
Karena diam adalah penghianatan,
Dan pengkhianat tak layak untuk masa depan.
Langit perubahan menunggumu,
Ia tergantung pada pekamu,
Tergantung pada keberanianmu,
Tergantung pada tanganmu.
Langit perubahan ada di tanganmu, wahai mahasiswa!






