Website Berita dan Opini
Indeks
Agama  

Fundamentalisme Dakwah: Apa dan Mengapa Dakwah Ushuliyyah Penting?

Fundamentalisme Dakwah
Gambar Ilustrasi

Oleh Ulul Azmi Alqudus*

Dalam era kompleksitas global dan derasnya arus pemikiran modern, narasi keagamaan menghadapi tantangan serius. Spektrum pemahaman keagamaan terbentang luas—mulai dari moderatisme hingga ekstremisme. Salah satu fenomena yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah apa yang kerap disebut fundamentalisme dakwah.

Apa Itu Fundamentalisme Dakwah?

Fundamentalisme dakwah adalah bentuk pendekatan dakwah yang menekankan secara berlebihan aspek literal dan tekstual dari ajaran agama. Pendekatan ini cenderung kaku, dogmatis, dan minim kontekstualisasi terhadap realitas sosial yang terus berubah. Dalam banyak kasus, fundamentalisme dakwah memahami Al-Qur’an dan Hadis secara harfiah, tanpa mempertimbangkan konteks historis, realitas sosiologis, ataupun tujuan-tujuan utama syariat (maqashid syariah).

Sebagaimana dikemukakan Wael Hallaq (1997), pendekatan seperti ini sering kali menolak interpretasi yang lebih luas atau relevan dengan zaman, sehingga berpotensi membentuk pola pikir eksklusif, rigid, dan tidak inklusif. Dalam praktiknya, fundamentalisme dakwah juga menunjukkan resistensi terhadap perubahan sosial dan cenderung memberlakukan hukum-hukum klasik tanpa analisis atas konteks kontemporer.

Baca Juga:  Dinamika Dakwah Logika Mistika: Menyatukan Rasio dan Spiritualitas dalam Pemahaman Islam

Dakwah Ushuliyyah Sebagai Alternatif

Sebagai respons atas fenomena fundamentalisme dakwah, muncul pendekatan alternatif yang disebut dakwah ushuliyyah. Ini adalah pendekatan dakwah yang berbasis pada ilmu ushul fiqh, yaitu metodologi dalam menggali hukum syariat dari sumber-sumber utamanya: Al-Qur’an dan Hadis.

Ushul fiqh mengajarkan bagaimana memahami teks-teks agama dengan komprehensif dan sistematis, tidak semata-mata tekstual. Pemahaman ini mencakup:

  • Kaidah umum-khusus (ʿāmm-khāṣṣ)
  • Mutlak dan muqayyad
  • Nasakh dan mansukh
  • Penguasaan terhadap kaidah-kaidah kebahasaan Arab

Pendekatan ini menekankan pentingnya kontekstualisasi dan tujuan hukum Islam (maqashid syariah) dalam setiap praktik keagamaan.

Mengapa Dakwah Ushuliyyah Penting?

Dakwah ushuliyyah membawa manfaat besar dalam membangun pemahaman keagamaan yang intelektual, bijaksana, dan moderat. Salah satu aspek penting dari ushul fiqh adalah kesadaran terhadap perbedaan pendapat ulama (khilafiyah) dalam masalah-masalah furu’iyyah (cabang). Dengan pendekatan ini, umat diajarkan untuk lapang dada, tidak fanatik, serta menghindari sikap takfiri atau mengkafirkan sesama Muslim yang berbeda pandangan.

Melalui dakwah ushuliyyah, umat akan memiliki fondasi agama yang kokoh dan metodologis. Mereka mampu membedakan antara ajaran pokok Islam dan interpretasi personal yang bisa saja menyimpang, sehingga terhindar dari jebakan fundamentalisme dakwah yang sempit dan berbahaya.

Kesimpulan

Fundamentalisme dakwah merupakan tantangan serius yang mengancam keberagamaan yang inklusif dan adaptif. Dalam konteks ini, dakwah ushuliyyah hadir sebagai solusi strategis untuk membangun pola dakwah yang ilmiah, kontekstual, dan toleran. Dakwah yang berlandaskan pada ushul fiqh bukan hanya menjaga kemurnian ajaran Islam, tetapi juga memastikan keberlangsungan dakwah di tengah masyarakat modern yang plural dan dinamis.

*Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Editor: San

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *