
BANDUNG, DARAS.ID – Ma’had Al-Jami’ah Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung menggelar kegiatan Rihlah Tarbawiyyah Iqtishadiyyah (Wisata Edukasi dan Ekonomi) pada Senin–Selasa, 23–24 Juni 2025 di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini diikuti oleh 35 mahasantri dan 5 mudabbir, sebagai bagian dari program akhir tahun yang menggabungkan pembinaan spiritual, penguatan karakter, dan pengayaan wawasan ekonomi Islam.
Adapun agenda utama rihlah mencakup kunjungan ke KPBS (Koperasi Peternak Bandung Selatan), eksplorasi alam di Villa Carita Alam, sesi tadabbur lingkungan, serta pembinaan ruhani bertajuk “Mengaji Huruf dan Mengkaji Hirup”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ustadz Mustajab M. Making, M.Pd., Kepala Bidang Dirasah Ma’had Al-Jami’ah. Sementara pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Rektor III IAI PERSIS Bandung, Ustadz Nurdin Qusyaeri, M.Si.
Makna Tafakkur dalam Perjalanan
Dalam sambutannya, Ustadz Nurdin menyampaikan pesan yang menggugah tentang makna rihlah sebagai media pendidikan ruhani dan refleksi peradaban.
“Rihlah Tarbawiyyah adalah ruang tafakkur. Kita melihat alam—dan kita dituntun untuk menyelami makna,” ujarnya sambil mengutip firman Allah dalam QS. Al-Ankabut ayat 20:
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا…
“Katakanlah: Berjalanlah kalian di muka bumi, lalu perhatikanlah…”
“Allah menyuruh kita berjalan, melihat, merenung, dan memahami. Karena hakikat pendidikan bukan hanya di ruang kelas, tapi juga di setiap langkah dan hembusan angin yang membawa hikmah,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa santri hari ini adalah penjaga sanad keilmuan dan penerus risalah umat.
“Maka perjalanan kalian hari ini adalah simbol dari perjalanan hidup yang lebih panjang. Di mana kalian bukan hanya harus kuat fisik, tapi juga teguh ruh, kokoh prinsip, dan lapang hati,” pungkasnya.
Penguatan Wawasan Ekonomi Syariah
Direktur Ma’had, Syaikh Agus Hidayat, MA, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang edukasi praktis yang selama ini belum tersentuh dalam pembelajaran formal mahasantri.
“Selama ini mereka fokus pada penguatan aqidah dan akhlak. Kini saatnya mereka juga mengenal sisi penting lain dari kehidupan umat, yaitu ekonomi syariah dan wirausaha,” ungkapnya.
Selain kunjungan lapangan dan dialog wirausaha, para peserta juga mengikuti sesi pembinaan bertajuk “Mengaji Huruf dan Mengkaji Hirup.”
Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan antara penguasaan ilmu dan penghayatan kehidupan, antara teks dan konteks.
“Di tengah dunia yang penuh distraksi, rihlah ini mengajarkan kita untuk kembali merapat ke poros nilai. Untuk menyegarkan niat, menata ukhuwah, dan menumbuhkan kepasrahan kepada Allah di tiap jengkal jalan yang kita tempuh,” tambah Warek III dalam tausiyah penutupnya.
Sebagai bagian dari penutup kegiatan akademik Ma’had di tahun ajaran 2024–2025, rihlah ini diharapkan melahirkan generasi santri yang tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial dan produktif secara ekonomi.
“Kami ingin melahirkan santri yang kuat tauhidnya, luas wawasannya, dan siap berdiri di tengah masyarakat sebagai pembaharu,” tutur Syaikh Agus.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk integrasi antara dzikir, fikir, dan ikhtiar, sebuah pendekatan khas pendidikan Islam yang senantiasa hidup di tubuh IAI Persis Bandung.
(Tim DARAS.ID)






