Puisi  

Surat Terbuka untuk Jiwa-Jiwa Introvert

Introvert
Gambar Ilustrasi

Oleh Popi Sri Mulyani*

Untukmu yang lebih nyaman diam,
yang lebih suka menulis daripada berkata,
yang lebih senang menyimak daripada disorot,
yang sering kali merasa asing di dunia yang terlalu bising…

Ketahuilah, diam bukan berarti kosong.
Senyap bukan berarti lemah.
Introvert bukan cacat, bukan kekurangan.
Ia adalah bentuk lain dari kekuatan yang tersembunyi.
Ia adalah kedalaman
yang tak bisa semua orang miliki.

Kau mungkin tak pandai menyapa,
tak lincah di ruang diskusi,
terasa kikuk saat ditanya banyak orang,
dan rasanya… ingin segera pulang dari keramaian yang melelahkan.

Tapi tahukah kau?
Dunia butuh kau yang tenang.
Yang merenung lebih dulu sebelum bicara.
Yang mendengar lebih dalam sebelum menilai.
Yang meresapi sebelum mengambil kesimpulan.

Dan kau adalah jiwa-jiwa yang terjaga.
Karena dalam sunyimu, ada ruang perenungan.
Dalam sepinya langkahmu, tumbuh akar-akar pengertian.

Introvert bukan berarti tidak bisa berdiri di panggung.
Kau hanya perlu tahu:
bahwa kau tak harus berteriak untuk didengar.
Bahwa yang paling menyentuh bukan suara paling keras,
tapi suara yang paling jujur.
Dan kejujuran… itu sudah lama hidup di dadamu.

Jika kau lebih suka menulis, tulislah.
Jika kau lebih nyaman mengatur di balik layar, aturlah.
Jika kau butuh jeda sebelum tampil, tak apa.
Tapi jangan pernah mengira kau tak layak bersuara.

Karena bahkan Musa, seorang nabi agung,
pernah berdoa:

Rabbi syrahli shadri, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisani, yafqahuu qoulii
(Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskan kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku)
(QS. Thaha: 25–28)

Bahkan seorang nabi pun bisa merasa kaku…
tapi tak menjadikannya diam selamanya.

Maka bangkitlah, meski perlahan.
Tampil, meski pelan.
Jangan tunggu sempurna untuk mulai bicara.
Bicaralah meski suaramu masih gemetar.
Karena dunia ini bukan milik yang paling ramai,
tapi milik mereka yang punya makna.

Dan dalam dirimu,
ada makna yang belum sempat didengar dunia.

🌿 Untukmu yang introvert

Tugasmu bukan menjadi seperti mereka.
Tugasmu adalah menjadi versi terbaik dari dirimu.
Jika kau merasa kecil, ingat:
benih pun kecil—tapi lihatlah apa yang bisa tumbuh darinya.

Dalam diammu, ada kekuatan.
Dalam tenangmu, ada hikmah.
Dan dalam dirimu—
ada cahaya yang hanya bisa bersinar jika kau berani percaya.

Bersuaralah, saat waktunya tiba.
Karena suara yang lahir dari keheningan…
sering kali adalah suara yang paling menggetarkan jiwa.

*Penulis adalah Mahasiswi KPI IAI Persis Bandung

Baca Juga:  Titik Terendah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *