Website Berita dan Opini
Indeks

Pendidikan, Dakwah, dan Keberlanjutan

Visi Baru IAI PERSIS Bandung Pasca-Transisi

Dakwah pendidikan dan berkelanjutan
Foto Dokpri: Gerbang IAI PERSIS Bandung sekarang.

 

Oleh A. Badru Rifa’i*

Optimisme yang disampaikan ketua Dewan Penyantun, MS Kaban memberi warna baru bagi arah perjalanan IAI PERSIS Bandung.

Pandangannya bahwa kampus PERSIS memiliki peluang besar apabila mampu menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, seakan menegaskan bahwa pendidikan tinggi Islam tidak boleh terjebak pada rutinitas akademik semata.

Justru, ia harus hadir sebagai solusi bagi persoalan global yang semakin kompleks.

Komitmen MS Kaban bahkan diwujudkan melalui donasi bagi mahasiswa dari daerah strategis, sebuah langkah konkret untuk memastikan generasi penerus Jam’iyah Persis memiliki akses pendidikan yang layak sekaligus berdaya bagi masyarakat.

Di sisi lain, pesan tegas KH. Muhammad Uus Ruhiyat menjadi pengingat penting agar mahasiswa tidak kehilangan jati dirinya sebagai kader dakwah. Kalimatnya—“Kuasai Jawa Barat, perbaiki Jawa Barat, maka Indonesia akan baik”—mengandung spirit bahwa dakwah bukan hanya aktivitas ritual, melainkan gerakan perbaikan sosial yang nyata.

Jawa Barat dijadikan titik awal, tetapi hakikatnya dakwah Jam’iyah Persis diarahkan untuk perbaikan bangsa secara keseluruhan.

Pertemuan ini karenanya tidak bisa dibaca hanya sebagai acara formal kelembagaan. Ia adalah momentum yang menandai kesiapan IAI Persis Bandung untuk memasuki fase baru yaitu bukan sekadar bertahan, melainkan berlari lebih cepat dengan disiplin dan arah yang jelas.

Lebih jauh, akselerasi ini sejatinya merupakan kelanjutan dari visi Pondok Pesantren Tinggi (PPT) Persis pada awal berdirinya. Jam’iyah Persis sejak awal menegaskan dua pilar utama perjuangan yaitu pendidikan dan dakwah.

Pendidikan dipandang sebagai jalan untuk mencetak kader ulama dan cendekiawan, sementara dakwah menjadi kompas moral agar ilmu tidak kehilangan orientasi pengabdian. Visi inilah yang menjadi fondasi dan cita-cita besar Jam’iyah Persis dalam melahirkan generasi pembaharu umat.

Baca Juga:  Persis Tarajusari Gelar Musyawarah Ranting Munggaran: Menyatukan Ukhuwah, Mengokohkan Aqidah

Momentum kebangkitan IAI Persis Bandung pasca-transisi dengan demikian bukan sekadar peristiwa administratif, melainkan penghidupan kembali semangat awal PPT.

Menuju Universitas Islam (UI) PERSIS Bandung harus dipahami sebagai realisasi konkret dari cita-cita Jam’iyah Persis yaitu menghadirkan perguruan tinggi Islam yang modern, disiplin, berakar pada tradisi dakwah, serta memberi kontribusi nyata bagi peradaban.

Transformasi kelembagaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu menuju aktualisasi visi besar Jam’iyah Persis. Dengan sinergi pendidikan, dakwah, kepedulian lingkungan, dan orientasi perbaikan masyarakat, Universitas Islam (UI) PERSIS Bandung dapat menjadi manifestasi nyata dari semangat yang sejak lama diidam-idamkan Jam’iyah Persis.

*Penulis adalah Dosen KPI IAI Persis Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *