Website Berita dan Opini
Indeks

Surga yang Ingin Ku Beli, Tapi Neraka yang Justru Aku Tawar

Surga yang ingin ku beli, tapi neraka yang justru aku tawar.
Foto Merdeka.com: Seorang lelaki sedang merenung menghitung-hitung perbuatan hilapnya selama dia hidup.

Oleh Nurdin Qusyaeri

Aku selalu menatap langit, membayangkan istana bercahaya di antara taman-taman abadi, tempat tak ada duka, tempat setiap hembus angin membawa zikir dan kedamaian.

Di sanalah aku ingin menetap, di antara para kekasih Allah yang wajahnya berseri tanpa dosa.

Tapi langkahku… langkahku justru menggali fondasi di jurang api.

Tanganku sibuk menumpuk dosa, bibirku kadang basah oleh dunia, sementara hatiku kering dari air mata taubat.

Betapa sering aku berkata, “Aku ingin masuk surga,”

namun amal perbuatanku malah menyiapkan tempat di sebaliknya.

Aku ingin menjadi hamba yang sujud dengan khusyuk, tapi seringkali aku sujud hanya karena kebiasaan, bukan karena kerinduan.

Aku ingin menangis dalam doa, tapi air mata ini lebih mudah tumpah untuk dunia daripada untuk ampunan Tuhan.

Setiap malam aku menatap langit, tapi bukan untuk mencari bintang hidayah — melainkan cahaya dunia yang memudar.

Setiap pagi aku berjanji untuk berubah, tapi sore hari aku kembali hanyut oleh godaan yang sama.

Ya Rabb…

Betapa lemahnya aku dalam mencintai-Mu. Betapa sering aku mengaku rindu surga, tapi aku tak pernah benar-benar melangkah ke arahnya.

Aku menanam cita-cita di taman surga, tapi menyiramnya dengan maksiat.

Aku ingin diampuni, tapi masih betah berbuat salah.

Rabbighfirli…

Ampuni aku yang tahu kebenaran tapi sering berpaling.

Ampuni aku yang mencintai-Mu di lisan, tapi menipu-Mu dengan perbuatan.

Ampuni aku yang berjalan menuju cahaya, tapi selalu menoleh pada kegelapan.

Jika langkahku masih jauh dari-Mu, tolong tarik aku kembali, meski dengan luka.

Lebih baik sakit dalam taubat, daripada tenang dalam dosa yang menjerumuskan.

Wallahu’alam

*Tulisan terinspirasi oleh SWA nya Dede KS.

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Mempersiapkan Bekal Menuju Kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *