Website Berita dan Opini
Indeks

Doa yang Mengudara Menggetarkan Langit

Doa yang Mengudara
Foto Pin page: Semua tua renta memungut rongsokan untuk dijual guna memenuhi kehidupan sehaei-hari

 

Oleh Nurdin Qusyaeri

 

Malam sunyi terhampar,

kau terlelap dalam dekapan gelap,

sementara ribuan bisikan lirih melangit,

mengadu pada Yang Maha Rahmat.

Mungkin kau tak sadar,

di tiap hela napas seorang lemah yang pernah kau selamatkan,

ada rintihan lirih yang menjelma syukur,

ada getar haru yang tak terucap,

ada air mata yang diam-diam menjadi saksi.

Dari tangan ringkih si fakir,

yang pernah kau kuatkan dengan genggaman,

terbit doa yang menjulur jauh,

melewati batas langit, menggetarkan Arasy.

Dari wajah letih si lapar,

yang pernah kau jamu dengan sepotong roti,

mengalir harapan yang mengalun lirih,

mengundang rahmat yang tak putus mengalir.

Dari hati si sedih yang pernah kau tenangkan,

saat beban dunia sempat menghimpit jiwanya,

berhembus bisikan lembut pada malam,

agar dirimu dijaga, dijauhkan dari lara.

Dari si miskin yang pernah kau bantu berdiri,

dengan langkah-langkah kecil penuh kasih,

tersimpan doa yang mengawasi langkahmu,

mengiringi pagi, menjagamu dalam sunyi.

Wahai jiwa yang lelah berbuat baik,

jangan remehkan setiap uluran tangan,

setiap senyum yang kau tebarkan,

setiap kata yang kau ucap dengan tulus dan ikhlas.

Karena sebagaimana nasihat Ibnul Qayyim Al-Jauziyah,

“Boleh jadi kau tertidur, namun puluhan doa naik ke langit untukmu,

dari fakir yang kau bantu, dari lapar yang kau beri makan,

dari sedih yang kau hibur, atau dari miskin yang kau tolong.”

Maka bisa jadi,

malam ini kau terlelap dalam fana dunia,

namun puluhan doa mengudara,

menjaga langkahmu,

memeluk jiwamu,

mengundang kasih Tuhan yang tiada tara. Wallahu’alam

 

Baca Juga:  Kepada Siapa Petani Harus Minta THR?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *