Website Berita dan Opini
Indeks

Membaca Hidup dari Dua Arah: Jalan Bangkit Kaum Muda

Membaca Hidup dari Dua Arah: Jalan Bangkit Kaum Muda
Foto dibuat oleh Meta

Oleh Nurdin Qusyaeri 

Dalam perjalanan hidup kaum muda, musuh terbesar sering kali bukanlah sistem, bukan keadaan, bahkan bukan orang lain.

Musuh itu bernama diri sendiri—ketika kita membacanya dari arah yang keliru.

Kemalasan membunuh ambisi

Allah mengingatkan bahwa perubahan tidak akan datang jika manusia enggan bergerak.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Kemarahan membunuh kebijaksanaan

Rasulullah ﷺ tidak memuliakan orang yang kuat fisiknya, tetapi yang mampu menahan amarah.

“Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam bergulat, tetapi yang mampu menahan amarahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketakutan membunuh mimpi

Takut gagal sering kali membuat kita gagal sebelum memulai. Padahal Allah menjanjikan pertolongan bagi mereka yang berani melangkah.

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.” (QS. At-Thalaq: 3)

Ego membunuh pertumbuhan

Ego menutup telinga dari nasihat dan menutup hati dari ilmu.

“Di atas setiap orang berilmu masih ada yang lebih berilmu.” (QS. Yusuf: 76)

Kecemburuan membunuh kedamaian

Hasad menggerogoti amal dan ketenangan batin.

“Janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32)

Keraguan membunuh kepercayaan diri

Padahal Allah telah memuliakan manusia dengan potensi dan kehormatan.

“Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam.” (QS. Al-Isra: 70)

Namun Islam mengajarkan: hidup bisa dibaca dari arah yang lain—arah kebangkitan.

Kepercayaan diri membunuh keraguan

Yakin pada diri adalah bagian dari yakin pada takdir Allah.

Kedamaian membunuh kecemburuan

Hati yang qana’ tidak sibuk membandingkan, karena ia sibuk bersyukur.

Pertumbuhan membunuh ego

Semakin berilmu, semakin rendah hati.

Baca Juga:  Quarter Life Crisis: Bingung, Capek, Tapi Tetap Hidup

Mimpi membunuh ketakutan

Cita-cita yang lurus karena Allah melahirkan keberanian yang jujur.

Kebijaksanaan membunuh kemarahan

Orang beriman memilih akhlak, bukan luapan emosi.

Ambisi membunuh kemalasan

Ambisi yang bernilai ibadah melahirkan etos kerja dan daya juang.

Reflektif

Mahasiswa dan pemuda tidak dituntut sempurna, tetapi dituntut sadar dan mau bertumbuh.

Jika hari ini kita masih kalah oleh kemalasan, ego, dan ketakutan, jangan putus asa.

Cukup balikkan cara membaca hidup—kuatkan yang positif, maka yang negatif akan runtuh dengan sendirinya.

Karena iman yang hidup akan melahirkan mimpi, dan mimpi yang benar akan melahirkan peradaban.

Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *