
Oleh Bramantyo
Jangan tunggu kehilangan untuk menyadari bahwa semuanya adalah titipan Allah.
Orang-orang yang hadir dalam hidup kita bukan milik kita selamanya.
Mereka adalah amanah—yang suatu hari akan dikembalikan kepada Pemiliknya. Maka… Genggamlah sebelum hilang. Jaga sebelum tiada. Hargai selagi di sisi. Sayangi sebelum terlambat. Jangan merasa seseorang akan selalu ada.
Sebab hanya Allah yang menghadirkan, Allah pula yang berhak mengambilnya kapan saja.
Kita sering berkata, “Nanti saja.” Nanti meminta maaf. Nanti menelepon. Nanti pulang. Nanti mengungkapkan sayang.
Padahal kita tidak pernah tahu apakah “nanti” itu masih milik kita.
Maka selagi Allah masih memberi kamu kesempatan: peluklah, maafkanlah, bahagiakanlah, dan muliakanlah.
Jangan sampai ketika ia pergi, yang tersisa hanya air mata, penyesalan, dan doa yang sudah terlambat.
Ingat, sesuatu yang tidak kita syukuri ketika hadir, sering kali menjadi sesuatu yang paling kita rindukan ketika hilang.
Boleh jadi, kehadiran seseorang hari ini adalah cara Allah sedang mengajarkan kita tentang syukur, cinta, dan amanah. Maka cintailah karena Allah. Jagalah karena Allah. Hargai pula karena Allah.
Karena, apapun itu, semua yang kita genggam akan terlepas, semua yang kita cintai akan kembali kepada-Nya.
Yang abadi bukanlah memiliki—tetapi menjadi hamba yang mampu bersyukur atas setiap titipan dan Pemberian-Nya.
Wallahu’alam





