
Oleh Nurdin Qusyaeri
Tan Sri Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang tokoh pemikir peradaban Islam kontemporer, baru saja dianugerahi gelar Professor Diraja oleh Kerajaan Malaysia pada 23 Oktober 2024 di Istana Negara.
Gelar ini merupakan jabatan Guru Besar tertinggi yang hanya diberikan kepada individu luar biasa dalam bidang akademik.
Syed Naquib menjadi orang kedua yang menerima gelar ini di Malaysia, setelah Professor Diraja Ungku Abdul Aziz pada tahun 1978.
Syed Naquib al-Attas adalah putra asli Bogor, Jawa Barat, Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi tokoh berpengaruh di Malaysia.
Ia dikenal luas atas pemikirannya yang mendalam tentang Islamisasi ilmu dan integrasi pendidikan. Kontribusi intelektualnya mencakup berbagai bidang, seperti agama, sejarah, falsafah, dan filologi.
Selain itu, ia telah menulis lebih dari 30 buku yang berpengaruh, termasuk karya-karya monumental seperti The Mysticism of Hamzah Fansuri (1965) dan Islam and Secularism (1978).
Dalam kariernya, Syed Naquib juga memainkan peran penting dalam pendirian dan pengembangan Institut Pemikiran dan Tamadun Islam (ISTAC) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Dengan berbagai pencapaian luar biasa, ia menjadi ikon penting dalam diskusi intelektual Islam di Asia Tenggara dan diakui di tingkat internasional.
Penghargaan Professor Diraja ini semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemikir terkemuka di dunia Islam dan seorang figur yang sangat dihormati di Malaysia. Wallahu ‘alam.






