
JAKARTA — Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Bandung menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik dan meningkatkan kapasitas dosen di bidang komunikasi dan dakwah digital. Kampus tersebut mengutus tiga dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) untuk mengikuti Annual International Conference on Islam, Media and Digital Society (AICIMDS) 2026.
Ketiga delegasi IAI PERSIS Bandung tersebut adalah Nunung Nurhasanah, M.Ikom, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Dr. Ahmad Humaedi, M.Si.; dan Nurdin Qusyaeri.
Konferensi internasional yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang akademik penting untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi media, dan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap perkembangan Islam, media, dan masyarakat digital.
Salah satu rangkaian utama AICIMDS berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta. Agenda diawali dengan kegiatan kebugaran bersama, registrasi, pembukaan, serta sejumlah sambutan dan keynote speech.
Membaca Masa Depan Islam di Era Digital
Konferensi menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang internasional. Antara lain Dennis Bolotsky, International Media Executive of Russian Today; Dr. Burak Gunes, Communication Counselor at the Embassy of Türkiye in Indonesia; Prof. Dr. Ahmad Sunwari Long, profesor bidang Islamic Philosophy and Thought dari Universiti Kebangsaan Malaysia; serta Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti, profesor di bidang Ilmu Komunikasi.
Kehadiran delegasi IAI PERSIS Bandung dalam forum tersebut memiliki arti strategis. Bagi Program Studi KPI, perkembangan teknologi digital tidak hanya menghadirkan perubahan pada cara manusia berkomunikasi, tetapi juga mengubah cara pesan-pesan keislaman diproduksi, didistribusikan, dikonsumsi, dan dinegosiasikan di ruang publik.
Karena itu, keterlibatan dosen dalam konferensi internasional menjadi momentum untuk memperluas perspektif akademik sekaligus membangun jejaring dengan perguruan tinggi, peneliti, dan praktisi komunikasi dari berbagai negara.
Dari Konferensi ke Penguatan Akademik Kampus
Rangkaian AICIMDS juga tidak berhenti pada diskusi konseptual mengenai Islam dan media. Pada malam harinya digelar Workshop Nasional Penulisan Jurnal Ilmiah Internasional Bereputasi dengan tema “Tips Publikasi Bereputasi Internasional” yang menghadirkan Prof. Dr. rer.soc. Masduki, S.Ag., M.Si., M.A., profesor Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia sekaligus penulis dan reviewer jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1 dan Q2.
Selain itu, terdapat materi mengenai manajemen OJS, DOI, DOAJ, indeksasi nasional dan internasional, serta strategi menembus jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus yang disampaikan Dr. Ramzi Murziqin, M.A., Editor in Chief Jurnal Ilmiah Peuradeun yang tercatat sebagai jurnal internasional terindeks Scopus Q1.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Temu Pengelola Jurnal KPI-Dakwah se-Indonesia, yang mempertemukan para pengelola jurnal dari bidang komunikasi dan dakwah.
Bagi IAI PERSIS Bandung, keterlibatan tiga dosen KPI dalam forum tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi keikutsertaan dalam konferensi internasional. Lebih jauh, pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat menjadi modal untuk memperkuat tradisi akademik, publikasi ilmiah, pengembangan pembelajaran, serta penguatan posisi KPI IAI PERSIS Bandung di tengah perubahan lanskap komunikasi digital.
Di tengah transformasi media yang semakin cepat, tantangan bagi pendidikan komunikasi Islam bukan lagi sekadar bagaimana menguasai media, tetapi bagaimana menghadirkan pesan Islam yang relevan, kredibel, kreatif, dan berdaya saing di tengah masyarakat digital.
Keikutsertaan tiga dosen IAI PERSIS Bandung dalam AICIMDS 2026 menjadi salah satu langkah kecil menuju agenda yang lebih besar: membawa tradisi keilmuan komunikasi Islam PERSIS berdialog dengan dunia akademik global.






