Wabup Garut Apresiasi Pagelaran Budaya HIMA PERSIS, Bukti Konsistensi Generasi Soleh dan Berkarakter

"Folklore: Carita Rahayat" hadirkan Wayang, Karinding, dan Puisi Sunda sebagai simbol kolaborasi dakwah dan budaya

Wabup Garut Apresiasi Hima Persis
HIMA PERSIS Jawa Barat menyelenggarakan pagelaran seni budaya bertajuk “Folklore: Carita Rahayat”. (Foto: Panitia)

Garut, Daras.id — Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, memberikan apresiasi tinggi kepada Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Jawa Barat atas penyelenggaraan pagelaran seni budaya bertajuk “Folklore: Carita Rahayat”.

Acara yang digelar di Gedung Pemuda Garut pada Sabtu (1 November 2024) ini dinilai menjadi bukti nyata konsistensi HIMA PERSIS dalam membentuk generasi muda yang saleh secara spiritual, berkarakter kuat, dan mencintai budaya lokal.

Menurut Wabup Garut, inisiatif semacam ini merupakan kontribusi konkret untuk menjawab tantangan sosial yang dihadapi pemuda, terutama dalam memperkuat jati diri dan pelestarian kearifan lokal.

“Kehadiran HIMA PERSIS di Garut sudah terbukti konsisten dan soleh. Mereka tidak hanya fokus pada pembangunan spiritual, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan pelestarian budaya Sunda. Ini adalah formula yang tepat untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi,” ujar Luthfianisa Putri Karlina.

Baca Juga:  HIMA Persis Jawa Barat Gelar Maroon West Java Festival di Garut

Integrasi Dakwah dan Budaya

Wabup menambahkan, pagelaran yang menghadirkan seni tradisi seperti Wayang, Karinding, dan Musikalisasi Puisi Sunda dalam kemasan kreatif, merupakan bentuk dakwah kontekstual yang efektif dalam menyentuh hati generasi muda.

“Melalui acara seperti ‘Folklore’, mereka memberikan kontribusi nyata terhadap salah satu masalah kota kita, yaitu mengikisnya rasa cinta generasi muda terhadap akar budayanya sendiri. Dengan menghidupkan kembali wayang dan karinding dalam kemasan kekinian, HIMA PERSIS berhasil menjadikan budaya sebagai sesuatu yang relevan untuk dinikmati semua kalangan,” jelasnya.

Dukungan dan Komitmen dari HIMA PERSIS Jawa Barat

Ketua PW HIMA PERSIS Jawa Barat, Riyan Hidayatullah, menyampaikan bahwa “Folklore: Carita Rahayat” merupakan implementasi visi organisasi dalam membangun generasi muda yang utuh — beriman, berilmu, dan berbudaya.

“Folklore: Carita Rahayat adalah bukti komitmen kami dalam melestarikan warisan budaya sambil memperkuat nilai-nilai keislaman. Kami percaya bahwa pemuda yang mencintai budayanya adalah pemuda yang memiliki jati diri kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Elvan Syah Muharam, Sekretaris Jenderal PW HIMA PERSIS Jawa Barat, menegaskan pentingnya inovasi dalam pendekatan dakwah.

“Kami sengaja memadukan seni tradisi dengan pendekatan kekinian agar bisa diterima semua generasi. Ini adalah bentuk nyata dari dakwah bil hal yang kami usung, dimana nilai-nilai Islam disampaikan melalui medium budaya yang hidup dan menyentuh,” katanya.

Baca Juga:  Hima Persis Jawa Barat Kritik Tunjangan DPRD: Potret Ketidakadilan di Tengah Hidup Rakyat

Kolaborasi Seni dan Budaya Lokal

Pagelaran “Folklore: Carita Rahayat” menampilkan berbagai seniman dan talenta lokal, seperti penampilan Karinding oleh A Rafi Aa Sunda, Musikalisasi Puisi Sunda oleh Muhammad Idris, serta pagelaran Wayang oleh Dalang Pendi Kosim Purwaganda.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan atraksi cukur gratis dari Hussain Barberhorne dan live drawing performance bertema “Street Art Dakwah”.

Melalui kolaborasi lintas bidang ini, HIMA PERSIS berupaya memperlihatkan bahwa dakwah dan budaya dapat bersatu dalam ruang kreatif yang positif dan edukatif bagi masyarakat.

Harapan agar Berkelanjutan

Wakil Bupati Garut berharap kegiatan positif semacam ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi organisasi kepemudaan lain.

Kolaborasi antara organisasi keagamaan, pelaku budaya, dan pemerintah daerah, menurutnya, menjadi kunci membangun Garut yang lebih berkarakter dan bermartabat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, untuk terlibat aktif dan merasakan langsung energi positif dari acara-acara semacam ini. Mari kita jadikan budaya sebagai fondasi kemajuan bangsa,” pungkas Luthfianisa Putri Karlina.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penanaman nilai-nilai luhur budaya serta agama bagi masyarakat Garut, terutama bagi kalangan generasi muda.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *