
Kabupaten Bandung, DARAS.ID – Al-Furqon Institute sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengembangkan Kepemimpinan yang Responsif, Inklusif, dan Berorientasi pada Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Bandung”.
Diskusi yang berlangsung di Wellgrow Coffee, Baleendah, ini menghadirkan 14 narasumber dari berbagai kalangan, seperti akademisi, ormas keagamaan, budayawan, tokoh pemuda, aktivis perempuan, praktisi hukum, praktisi media, dan perwakilan HIPMI.
Dalam sambutannya, Direktur Al-Furqon Institute, Ihsan Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi dan didanai secara mandiri oleh Al-Furqon Institute.
“Kami menghadirkan berbagai elemen, khususnya akademisi independen, untuk menganalisis secara objektif kepemimpinan Bupati Bandung selama masa jabatannya. Hasil diskusi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi konstruktif demi masa depan Kabupaten Bandung,” ujar Ihsan.
Menurut Ihsan, kepemimpinan yang baik adalah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, melibatkan semua lapisan dalam pengambilan keputusan, serta memastikan keberlanjutan kebijakan untuk generasi mendatang.
Hasil Diskusi AnalisisKepemimpinan Bupati Bandung
Para narasumber mengapresiasi pencapaian pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan. Namun, mereka menyoroti perlunya evaluasi birokrasi untuk memperkuat kesinambungan program.
Kerukunan Umat Beragama dan Budaya
Toleransi beragama dan pendekatan budaya Bupati Bandung mendapat apresiasi. Namun, isu kenakalan remaja dan pengelolaan sampah perlu perhatian lebih serius.
Ekonomi dan Pertanian
Program inovatif seperti Dana Bedas dan Rembug Bedas dinilai bermanfaat. Para narasumber merekomendasikan sinergi lebih erat antara pemerintah dan stakeholder seperti HIPMI dan Kadin untuk mendukung UMKM.
Bidang Hukum
Program unggulan “1 Desa 1 Advokat” mendapat sorotan positif sebagai inisiatif yang memperluas akses hukum hingga tingkat desa, menjadi yang pertama di Indonesia.
Isu Gender dan Media
Keberpihakan terhadap pemberdayaan perempuan, terutama kepala keluarga perempuan, diapresiasi. Di sisi lain, pentingnya menyelaraskan nilai kepemimpinan dengan media menjadi perhatian para narasumber.
Pandangan Pemuda dan Akademisi
Program seperti job fair dan beasiswa diapresiasi. Namun, diperlukan strategi lebih lanjut untuk menekan angka pengangguran. Visi-misi Bupati dinilai sebagian besar terealisasi, khususnya di bidang infrastruktur dan pendidikan.
Rekomendasi
Diskusi ini menghasilkan rekomendasi agar pemerintah Kabupaten Bandung terus mengedepankan kepemimpinan yang responsif dan inklusif demi mendukung pembangunan berkelanjutan.
Para narasumber juga mendorong agar diskusi inklusif seperti ini menjadi budaya baru di Kabupaten Bandung.
Dengan FGD ini, Al-Furqon Institute memberikan kontribusi nyata dalam mengidentifikasi tantangan dan peluang kepemimpinan yang lebih baik di masa mendatang. (dinur)





