Cinta Ibu: Luka yang Ia Bagi, Bahagia yang Ia Relakan”

Cinta Ibu: Luka yang Ia Bagi, Bahagia yang Ia Relakan
Foto dibuat AI: Seorang ibu sedang menangis membaca surat dari anaknya.

 

Oleh Nurdin Qusyaeri 

 

Ibu,

Saat bahagia memelukku erat,

Engkau berdiri di kejauhan,

menatapku dengan senyum lembut,

tanpa pernah meminta

sepotong pun dari bahagiaku.

 

Namun, saat luka merenggut damai,

Ibu datang,

mengulurkan tangannya

untuk mengambil bagian dari pedihku,

seolah semua derita dunia

tak lebih berat dari pundaknya.

 

Ibu,

yang mencintaiku tanpa batas,

tanpa syarat,

menyelimutiku dengan doa

di setiap hela nafasnya.

 

Ibu,

yang mengajarkanku sabar,

saat aku ingin menyerah,

tanpa keluh,

tanpa pernah lelah.

 

Kini aku tahu,

cinta Ibu adalah cahaya yang tak pernah redup,

selalu ada,

bahkan ketika aku buta oleh duniaku sendiri.

Ia mencintai,

bukan hanya dalam tawa dan senyum,

tapi juga dalam luka dan air mata,

membuktikan bahwa cinta sejati

adalah miliknya,

dan aku adalah bagian dari keabadiannya.

Wallahu’alam.

 

Baca Juga:  Perpisahan itu Tak Pernah Ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *