Website Berita dan Opini
Indeks

Pemukim Yahudi Serang Desa Kristen Taybeh: Manifestasi Kolonialisme Struktural di Tepi Barat

Serangan terhadap desa Kristen Taybeh dan Gereja St. George mencerminkan wajah kolonialisme modern yang menggerogoti komunitas-komunitas Palestina, satu demi satu.

Pemukim Yahudi
Salah satu kendaraan yang dibakar saat serangan di Taibeh

Daras.id – Ketegangan di wilayah Tepi Barat Palestina kembali memuncak setelah pemukim ilegal Yahudi menyerang desa Kristen Taybeh, desa yang merupakan salah satu komunitas Kristen di Palestina. Para pemukim membakar kendaraan warga, merusak properti, dan melakukan vandalisme terhadap situs-situs religius, termasuk Gereja St. George yang berusia 1.500 tahun.

Menurut Otoritas Palestina, aksi ini merupakan bentuk nyata dari “teror pemukim” yang sudah berlangsung lama, namun makin brutal dan terang-terangan.

Kekerasan Sistematis dan Proyek Kolonialisme Pemukim

Serangan terhadap Taybeh bukan insiden terpisah. Ini bagian dari kekerasan struktural yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Lebih dari 1.000 serangan serupa terjadi sejak awal 2024, sebagian besar menargetkan desa-desa Muslim, namun juga menyasar komunitas Kristen.

Fenomena ini bukan semata konflik antar kelompok, tetapi merupakan bagian dari proyek kolonialisme pemukim (settler colonialism)—sebuah bentuk penjajahan yang bukan hanya menaklukkan, tetapi berusaha menghapus eksistensi masyarakat asli.

Dalam proyek kolonial ini, pemukim dilindungi, bahkan dipersenjatai oleh negara. Mereka tidak hanya hadir untuk tinggal, tetapi juga untuk memaksakan dominasi dan mengubah struktur demografis wilayah Palestina.

Baca Juga:  Palestina Minta Tekanan Internasional Akhiri Kekerasan Pemukim di Tepi Barat

Impunitas dan Kegagalan Hukum Internasional

Hingga kini, tidak ada pelaku penyerangan yang ditahan. Berdasarkan laporan PBB, 93% kasus kekerasan pemukim terhadap warga Palestina tidak ditindak secara hukum. Hal ini memperkuat pandangan bahwa kekerasan pemukim bukan aksi ilegal yang menyimpang, melainkan alat resmi kolonialisme Israel untuk memperluas wilayah dan mengepung komunitas Palestina.

Sebaliknya, warga Palestina yang mencoba mempertahankan diri kerap ditangkap atau bahkan ditembak di tempat oleh militer Israel.

Lebih dari 20 perwakilan diplomatik dan gereja mengutuk keras insiden di Taybeh. Mereka mendesak Israel untuk segera menindak para pelaku dan menghentikan impunitas.

Pernyataan mengejutkan juga datang dari Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyebut penyerangan gereja sebagai “aksi teror”. Ucapan ini dianggap tidak biasa karena biasanya ia membela posisi Israel.

Namun, di luar pernyataan, langkah konkret belum terlihat. Seruan-seruan itu belum mengubah fakta bahwa para pemukim kembali ke rumah mereka tanpa tersentuh hukum.

Baca Juga:  Hampir 60 Anggota Parlemen Inggris Desak Pemerintah Mengakui Negara Palestina

Taybeh mungkin kecil, tetapi ia mewakili suara besar: suara warga Palestina yang ditindas oleh kekuatan pemukim dan negara. Penyerangan ini bukan sekadar vandalism, melainkan upaya sistematis menghapus keberadaan komunitas Palestina melalui kekerasan yang dilegalkan.

Jika dunia tetap diam, kolonialisme pemukim akan terus mengikis bukan hanya tanah, tetapi juga harapan rakyat Palestina.

(Daras.id, Newsroom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *