
Kabupaten Bandung, Daras.id — Tiga bulan setelah diresmikan Bupati Bandung pada 27 Mei 2025, bangunan baru Pasar Banjaran menuai keluhan dari para pedagang. Mereka menilai fasilitas pasar belum terawat dengan baik, mulai dari kebersihan hingga kondisi dak lantai dua dan tiga yang bocor sehingga menetes ke kios di lantai dasar.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat merusak barang dagangan, terutama bahan makanan dan produk lain yang sensitif terhadap kelembaban.
“Pasar ini seharusnya menjadi pusat ekonomi rakyat yang nyaman, apalagi para pedagang menebus kios dengan harga yang tidak murah. Tapi kenyataannya, kebersihan kurang diperhatikan dan dak sudah bocor. Kami khawatir barang dagangan rusak dan pembeli enggan datang,” ujar salah seorang pedagang Pasar Banjaran, Rabu (21/8/2025).
Pedagang menyayangkan kualitas pembangunan pasar yang terkesan tidak maksimal, padahal bangunan baru saja diresmikan. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak pengelola segera menindaklanjuti masalah tersebut.
“Harapan kami sederhana, segera ada perbaikan teknis dan pengelolaan kebersihan yang lebih serius. Pedagang hanya ingin bisa berjualan dengan tenang, tanpa harus khawatir kiosnya basah atau pembeli merasa tidak nyaman,” tambah perwakilan pedagang lainnya.
Pedagang menegaskan, kualitas bangunan dan manajemen pengelolaan pasar harus sesuai dengan standar pasar sehat agar Pasar Banjaran benar-benar bisa menjadi pusat ekonomi rakyat yang layak.
(San)






