IAIPI  

Wawancara Ekslusif dengan Nuur Rahma Juara Terbaik II di IYEN Kuala Lumpur Malaysia dalam Proyek Inovasi Pendidikan Berkualitas


Tim Edurise: Kanan ke Kiri: Aisyah, Nuur Rahma M., Pitriyani R, Mailida Ridani, Tasya R., Guruh Dewa, Syafina A., dan M. Rafli Anggara

Baru-baru ini tim Daras.ID berhasil mewawancara Nuur Rahma Mujahidah, salah satu Tim Edurise yang meraih Juara Terbaik Kedua di ajang International Youth EXcursion Network di Kuala Lumpur Malaysia tahun 2024. Berikut adalah wawancarnya:

Tim Daras.ID.: Selamat atas pencapaian Anda sebagai Juara terbaik ke-II di IYEN! Bagaimana perasaan Anda setelah meraih prestasi ini di ajang internasional?

Nuur Rahma: “Alhamdulillah, ini adalah sebuah rahmat-Nya yang membuat kami Tim Edurise bisa meraih 2nd Best Project. Tentunya bahagia dan syukur selalu diutarakan. Saya pun turut berterimakasih kepada Tim Edurise yang sama-sama mau berjuang menyiapkan project ini kurang lebih hampir dua bulan meski lewat laman virtual

Tim Daras.ID.: Bisa ceritakan sedikit tentang proyek inovasi yang Anda presentasikan dan bagaimana proyek tersebut berkontribusi pada pencapaian SDG’s Point 4, Quality Education?

Nuur Rahma: Tentunya, Edurise hadir digagas dari delapan orang dengan latar belakang pendidikan dan daerah berbeda, kami menyatukan gagasan dengan merefleksikan apa yang menjadi permasalahan pendidikan di Indonesia. Salah satunya keterbukaan pendidikan.
Kami menggagas platform Edurise memiliki arti (sinaran pendidikan) dengan tujuan memberi kesempatan yang sama bagi para mahasiswa dan umum dengan prinsip accesable, flexible, and passion based. Selengkapnya dapat diakses melalui laman (instagram.com/edurise.id)


Tim Daras.ID.: Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi selama proses kompetisi, terutama saat mempresentasikan ide di hadapan delegasi internasional?

Nuur Rahma: Tentunya, selama mempersiapkan project ini, saya harus menyesuaikan waktu untuk meeting project di malam hari, terlebih pembuatan desain dan ide project yang kadang kali terdistract dengan kegiatan organisasi dan akademik.
Pada saat latihan presentasi kelompok kami mendapatkan beberapa saran dari Super Team IYEN untuk me-revisi beberapa bagian.
Sisi lainnya, saya cukup nervous melihat teman-teman delegasi lain yang tentunya sama-sama punya ide solutif dan kreatif.

Tim Daras.ID.: Apa yang paling berkesan bagi Anda selama mengikuti acara IYEN ini, baik dari sisi akademik maupun budaya?

Nuur Rahma: Dari sisi akademik saya merasa tertarik untuk mempelajari lebih kajian Communiversity di IIUM (International Islamic University Malaysia) dan berminat mengambil satu semester kuliah. Semoga Allah mengizinkan.

Baca Juga:  Kampus, Sejarah, dan Kekeliruan Membaca Amanat

Dari sisi budaya saya waktu bermain bersama tim Edurise. Menambah kedekatan antar Tim dan mengobrol bersama orang lokal sekaligus berkeliling di kawasan Bukit Bintang dan Pasar Alor.

Tim Daras.ID.: Bagaimana pengalaman bekerja dalam Team Edurise dan bagaimana tim Anda dapat berkolaborasi untuk mencapai prestasi ini?

Nuur Rahma: Alhamdulillah karena sejak awal kami sudah saling berkomunikasi, sehingga segala bentuk kesulitan bisa diselesaikan bersama. Dari mulai urusan project hingga urusan keberangkatan, kami saling menguatkan untuk akhirnya bisa berada di Kuala Lumpur Malaysia dengan jumlah full team.

Saya hanya bisa mengucap banyak syukur karena Allah hadirkan Edurise dengan orang-orang hebat yang menginspirasi meski dari daerah yang berbeda dan latar pendidikan berbeda.

Tim Daras.ID.: Sebagai mahasiswa IAI PERSIS Bandung, apa makna kemenangan ini bagi Anda, dan bagaimana ini akan mempengaruhi perjalanan akademik serta karier Anda ke depan?

Nuur Rahma: Saya memaknai kemenangan ini sebagai sebuah bagian dari proses dan tempaan untuk mencapai visi saya di masa berkuliah sebagai “high-achiever” yang bisa meraih pengalaman baru dan berkontribusi bagi sekitar yang tentunya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAI PERSIS Bandung.
Saya berharap melalui prestasi ini, pintu kesempatan di forum Internasional lebih terbuka dan dapat menjadi jalan untuk mewujudkan salah satu mimpi saya Studi S2 di luar negeri.
Hasil ini saya rasa menjadi bagian tak tertulis dari langkah yang saya ambil sejak SMA karena selalu aktif bertanya dan diskusi bersama mentor yang mungkin lebih berpengalaman di bidang prestasi internasional, mengikuti seminar dan konsultasi beasiswa agar bisa menjadi high-achiever versi diri saya sendiri.

Tim Daras.ID.: Apa pandangan Anda tentang peran pemuda dalam mendukung SDG’s dan kontribusi mereka dalam pendidikan berkualitas di Indonesia?

Nuur Rahma: Karena saya cukup concern pada point 4.3 (Eliminate all discrimination in Education) dan ingin mewujudkan pendidikan yang setara, akses yang sama pada ragam kegiatan nasional-internasional, saya mengambil kasus ini justru dari refleksi kampus IAI PERSIS Bandung yang belum pernah membahas perihal persiapan beasiswa ke luar negeri di saat kampus PTKIN lain justru sudah memberikan sosialisasi MOSMA (Kegiatan pertukaran pelajar ke luar negeri selama satu Semester).

Melalui contoh tersebut, semoga pemuda semakin sadar dan mau mengambil bagian untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dengan mencari solusi dari setiap isu pendidikan yang mungkin dekat di lingkungan kita.

Baca Juga:  Penjaga Mushaf Penjaga Peradaban: Jejak Hafshah binti Umar sebagai Role Model KPI

Sebelum jauh-jauh pada perwujudan SDGs mari kita pastikan sudahkah lingkungan kita mendapatkan pendidikan yang berkualitas? Jika belum mari sama-sama kita wujudkan.

Tim Daras.ID.: Setelah melalui pengalaman ini, apa pesan atau motivasi yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa lain di IAI PERSIS Bandung atau generasi muda pada umumnya?

Nuur Rahma: Saya pernah jadi seorang pemimpi yang ditertawakan karena impiannya begitu “tidak realistis”. Tapi, saat itu yang saya punya hanya tekad, semangat untuk mewujudkannya. Meski kanan kiri berbisik berkata bahwa mimpi itu yang wajar wajar saja, Saya justru semakin tertantang untuk mencoba.
Sempat berada di fase gagal yang berulang, gagal berangkat hingga ditolak beasiswa luar negeri, saya percaya bahwa akan ada suatu masa dimana impian itu terwujud.

Selang tiga tahun kemudian, Allah memberi jawaban itu lebih dari apa yang saya harapkan. Jalannya seolah dipermudah dan dibimbing. Sampai saat ini saya selalu percaya pada kalimat “Allah akan berikan segala sesuatu saat waktunya tiba, bukan saat inginnya kita”
Dan mungkin saat ini adalah saat yang saya butuhkan. Sehingga Allah beri jalannya.

Teman-teman, bahwa ternyata untuk mencapai sesuatu tujuan yang baik tentu akan ada ujian, jadi jangan hanya berhenti pada fase “imagination your dream”. Tapi mulai rancang langkah kecil yang nyata. Mulailah bertanya mau mengambil peran apa diri ini di kehidupan nanti? Sama-sama mencari tahu, ayo bersinergi mewujudkan pendidikan berkualitas dan visi hidup kita menjadi manusia yang bermanfaat.

Tim Daras.ID.: Apa rencana Anda ke depannya terkait proyek inovasi yang Anda presentasikan? Apakah ada upaya untuk mengembangkannya lebih lanjut?

Nuur Rahma: Untuk saat ini kami masih mendiskusikan apakah akan melanjutkannya ke dalam project yang real berupa aplikasi (platform) atau dalam bentuk lain.

Tim Daras.ID.: Bagaimana dukungan dari kampus IAI PERSIS Bandung, dalam perjalanan Anda hingga meraih prestasi ini?

Nuur Rahma: Alhamdulillah baik dan sangat suport. Sejak awal saya mengumumkan tentang program ini pihak Rektör IAI dan segenap tasykil turut mendukung dan mendo’akan secara penuh.
Terkhusus Bapak Dudi Sudirman, S.E. MM. M. Ak sebagai pengelola beasiswa pun banyak memberikan support untuk keberjalanan program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *