Website Berita dan Opini
Indeks

Buah Batu Corps dari Primordialisme Menuju Komunitas Modern

Buah Batu Corps
(Dokpri)

Oleh Hendi Rustandi*

Tidak banyak komunitas yang mampu bertahan melewati pergantian generasi. Lebih sedikit lagi yang mampu bertahan sambil terus berubah. Sebagian berhenti sebagai romantisme sejarah, sebagian lainnya kehilangan identitas karena terlalu larut mengikuti zaman. Buah Batu Corps (BBC) menunjukkan bahwa perjalanan panjang justru dapat menjadi modal untuk terus bertumbuh.

Dalam lintasan sejarahnya, BBC lahir dari semangat kebersamaan masyarakat Buah Batu. Ikatan emosional, kedekatan geografis, dan rasa memiliki menjadi perekat yang membuat komunitas ini tetap hidup selama puluhan tahun. Pada masa itu, karakter primordial bukanlah sesuatu yang negatif. Ia menjadi fondasi solidaritas yang memungkinkan masyarakat saling mengenal, saling membantu, dan menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Namun, zaman terus berubah. Masyarakat kini hidup dalam ruang yang jauh lebih terbuka. Mobilitas semakin tinggi, teknologi digital menghapus batas-batas geografis, dan generasi muda tumbuh dengan cara pandang yang berbeda. Organisasi yang hanya mengandalkan nostalgia dan ikatan asal-usul perlahan akan kehilangan daya tariknya.

Baca Juga:  Organisasi Tanpa Motor Penggerak Lumpuh, Organisasi Tanpa Anggaran Mati Suri

Transformasi Buah Batu Corps Menjadi Keniscayaan

Di sinilah letak arti penting transformasi Buah Batu Corps.

BBC tidak lagi cukup dipahami sebagai perhimpunan warga dengan identitas lokal semata, melainkan sebagai komunitas yang terus membangun tata kelola organisasi yang profesional, kepemimpinan yang adaptif, serta budaya kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Perubahan ini bukan berarti meninggalkan akar sejarah, tetapi menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Dengan demikian, transformasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar organisasi tetap relevan di tengah perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat.

Bagi saya, ukuran keberhasilan sebuah komunitas tidak terletak pada usia organisasinya, bukan pula pada banyaknya kegiatan seremonial yang diselenggarakan. Organisasi akan dinilai dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Apakah ia mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru? Apakah ia menjadi ruang belajar bagi generasi muda? Apakah ia hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi? Dan apakah keberadaannya memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menentukan relevansi sebuah organisasi pada era sekarang.

Dalam konteks tersebut, BBC memiliki modal yang tidak dimiliki banyak organisasi lain, yaitu sejarah, pengalaman, jaringan sosial, dan kepercayaan masyarakat. Modal sosial ini merupakan aset yang sangat berharga apabila dikelola secara modern dan profesional.

Oleh karena itu, tantangan berikutnya bukan lagi mempertahankan eksistensi semata, melainkan mengelola seluruh modal tersebut agar menghasilkan manfaat yang semakin luas.

Menjawab Tantangan Organisasi di Era Digital

Tantangan berikutnya adalah bagaimana BBC mampu menjadi organisasi yang terbuka terhadap gagasan baru tanpa kehilangan jati dirinya. Digitalisasi organisasi, penguatan literasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembinaan generasi muda, hingga kolaborasi dengan berbagai elemen sosial menjadi agenda yang tidak bisa dihindari.

Komunitas modern tidak hanya hadir untuk anggotanya, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

Transformasi seperti ini bukan sekadar soal perubahan struktur organisasi. Yang lebih penting adalah perubahan cara berpikir. Dari organisasi yang berorientasi pada identitas menuju organisasi yang berorientasi pada kontribusi. Dari sekadar menjaga kebersamaan menjadi menciptakan kebermanfaatan. Dari hanya bangga terhadap masa lalu menjadi percaya diri membangun masa depan.

Baca Juga:  Bandung Jangan Sampai Kehilangan Rasa Aman

Dari Sejarah Menuju Masa Depan

Di tengah derasnya perubahan sosial, masyarakat membutuhkan komunitas yang mampu menjadi ruang bertemunya pengalaman, gagasan, dan aksi nyata. BBC memiliki peluang besar untuk mengambil peran tersebut. Dengan sejarah yang panjang dan semangat pembaruan yang terus tumbuh, BBC dapat menjadi contoh bahwa organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang sekadar mampu bertahan, melainkan organisasi yang terus belajar, beradaptasi, dan memberi manfaat.

Pada akhirnya, warisan terbesar sebuah komunitas bukanlah usia panjangnya, melainkan jejak pengabdiannya. Sejarah hanya akan menjadi cerita apabila tidak diterjemahkan menjadi karya. Sebaliknya, sejarah akan menjadi energi perubahan ketika mampu menginspirasi lahirnya generasi yang berpikir maju, bekerja bersama, dan mengabdikan dirinya bagi masyarakat.

Di situlah saya melihat makna sesungguhnya dari perjalanan Buah Batu Corps: sebuah komunitas yang tidak berhenti merawat masa lalu, tetapi terus bergerak menata masa depan.

*Penulis adalah Dosen IAI Persis Bandung dan Pengurus Pimpinan Pusat Komunitas BBC.

Editor: San

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *