Website Berita dan Opini
Indeks

Yuk, Bikin Kebun Digital!

Kebun Digital

Oleh ASM Romli

Seorang teman lama menyapa, “Kang, sibuk apa sekarang?” Sebuah pertanyaan “basi” karena sering saya dengar dan terima.

Saya jawab “sekenanya”, “Berkebun!” Sang teman lama merespons, “Oh, bagus itu!”.

Namun, tiba-tiba teman saya lainnya, yang ada di samping saya, nambahin, “Si Kang Romel mah berkebun digital!” (Kang Romel adalah nama panggilan atau sapaan akrab saya).

Saya memang suka berkebun. Di depan rumah ada ruang terbuka hijau (RTH) yang belum dikelola pemerintah setempat. Jadi, saya manfaatkan berkebun dengan menanam pohon jeruk, mangga, belimbing, cabai, kelapa, dan bunga tanaman hias.

Saya juga berkebun digital. Ini “profesi” saya saat ini, “petani digital”. Saya membuka lahan berupa website pribadi (blog) untuk menanam ilmu, pemikiran, berbagi pengetahuan, khususnya seputar komunikasi praktis –jurnalistik, humas, media, public speaking, blogging, dll.

Saya punya beberapa kebun digital berupa website ini. Anda juga bisa berkebun digital. Bikin website atau blog. Alhamdulillah, kebun digital saya ini banyak pengunjungnya. Berkahnya, saya bisa monetisasi atau menghasilkan uang dari kebun digital ini.

Sebuah website yang banyak pengunjungnya bisa menghasilkan uang dari Google AdSense, Sponsored Post atau Content Placement, Banner Ads, afiliasi, dan jualan online jika Anda punya produk dan jasa.

Maka, agar web ramai pengunjung, buatlah konten berkualitas yang menarik, bermanfaat, dan sekiranya dicari pengguna internet. Paling mudah sih berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Apa itu kebun digital?

Apa itu kebun digital? Di atas sudah dijelaskan. Kini mari kita ulas pengertian kebun digital secara bahasa.

Kebun artinya tanah luas yang ditanami kopi, karet, dan sebagainya. Digital artinya berhubungan dengan angka-angka untuk menunjukkan informasi atau sistem perhitungan tertentu; berkaitan dengan atau menggunakan komputer atau internet.

Baca Juga:  Fenomena Desa dan Komunikasi Masyarakat Digital

Nah, kebun digital yang saya maksud adalah lahan di internet berupa website yang ditanami produk digital berupa postingan atau konten. Kebun digital juga berupa platform media sosial Instagram, TikTok, dan lainnya.

Bagaimana dengan Anda, punya kebun digital atau taman digital juga? Atau hanya suka berkunjung ke kebun digital orang lain?

— ASM. Romli adalah blogger @ www.romeltea.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *