
Oleh Beni Ahmad Nurdaeni
Katanya ada yang jauh berbeda antara peringatan Hari Buruh/May Day yang dilaksanakan pada hari ini (01/05/2025) di Monas Jakarta dengan peringatan Hari Buruh bertahun-tahun sebelumnya.
Jika di tahun-tahun sebelumnya, Hari Buruh selalu identik dengan demo para buruh, namun peringatan Hari Buruh saat ini, lebih kepada “Perayaan” dengan adanya konser musik dan dipastikan dihadiri RI 1.
Tercatat hampir 170 ribu buruh dengan 3000 bus yang akan diberangkatkan dari daerah masing-masing. Sehingga akan dilaksanakan rekayasa Lalu-lintas untuk daerah tertentu yang dilewati bus pengangkut para buruh yang akan menuju ke Monas.
Apakah akan ada hasil yang lebih signifikan untuk kesejahteraan para buruh dari perayaan Hari Buruh yang dihadiri RI 1 ini, atau hanya menjadi momen selebrasi biasa saja?
Dan May Day pun lebih identik dengan para buruh pabrik, bagaimana dengan nasib para buruh panen, buruh cuci/”nyeuseuh”, buruh “ngoréd” dan lain-lain, yang tersebar di daérah perkotaan dan pelosok-pelosok yang tidak pernah diajak untuk merayakan May Day atau pun diperhatikan kesejahteraannya oleh serikat buruh sendiri juga pemerintah? Wallohu a’lam.
Jalancagak, 01/05/2025.






