Indonesia dan Kemanusiaan Palestina: Seruan Keras untuk Bertindak

Indonesia dan kemanusiaan Palestina: Seruan untuk bertindak
Surat MER-C yang mengabarkan kondisi terakhir Palestina untuk Indonesia

 

Oleh Nurdin Qusyaeri

Situasi di Gaza Utara kian hari semakin memilukan. Invasi militer Israel yang terus-menerus menyerang fasilitas kesehatan di wilayah tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merupakan bentuk penghancuran sistematis atas hak asasi manusia.

Dalam surat terbuka 28 Desember 2024 yang disampaikan  MER-C kepada pemerintah Indonesia, terlihat jelas urgensi untuk bertindak tegas demi menegakkan keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina.

Sebagai bagian dari bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, Indonesia harus menunjukkan keberpihakan nyata dalam isu ini.

Krisis Kemanusiaan yang Melampaui Batas

Israel telah menyerang berbagai fasilitas kesehatan di Gaza, termasuk RS Kamal Udwan dan RS Al Awda, yang menjadi tumpuan hidup bagi warga Gaza. Tidak hanya itu, tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah di garis depan juga menjadi sasaran ancaman.

Pembatasan bantuan medis internasional semakin memperburuk situasi, meninggalkan masyarakat sipil Palestina dalam penderitaan yang tidak terperi.

Penyerangan terhadap fasilitas kesehatan ini jelas melanggar Konvensi Jenewa yang menjamin perlindungan terhadap fasilitas medis dalam situasi konflik.

Namun, sayangnya, pelanggaran ini seolah dibiarkan tanpa ada respons tegas dari masyarakat internasional, termasuk negara-negara yang memiliki pengaruh besar di dunia.

Keberpihakan Indonesia: Antara Diplomasi dan Tanggung Jawab Kemanusiaan

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk mendukung perjuangan Palestina.

Dalam Pidato Kemerdekaan Palestina pada tahun 1988, Presiden Soekarno dengan lantang menyatakan bahwa “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

Prinsip ini harus terus dipegang dan diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar retorika diplomatik.

Baca Juga:  Serangan Israel Dekat Lokasi Bantuan di Gaza Tewaskan 41 Warga

Namun, apa langkah konkret yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia?

Pertama, Indonesia harus memprotes keras tindakan Israel melalui forum-forum internasional seperti PBB dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Kedua, pemerintah perlu mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel.

Ketiga, Indonesia dapat berinisiatif menyelenggarakan konferensi internasional untuk menggalang solidaritas global terhadap Palestina.

Tunjukkan Keberpihakan bahwa Gaza adalah Tanggung Jawab Kita Bersama

Sebagai penulis, saya dan anda semua tidak dapat bersikap netral dalam isu ini. Netralitas dalam konteks ketidakadilan adalah keberpihakan pada penindas.

Kita meyakini bahwa keberpihakan kepada Palestina adalah bagian dari komitmen kemanusiaan, yang sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan kemerdekaan yang dijunjung oleh Indonesia.

Ketika fasilitas kesehatan dihancurkan, ketika nyawa anak-anak dan tenaga medis tidak lagi dihargai, diam adalah dosa besar.

Keberpihakan saya juga tercermin dalam keyakinan bahwa perjuangan Palestina bukan hanya persoalan agama, tetapi persoalan universal tentang hak hidup, keadilan, dan martabat manusia.

Israel harus diminta bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, dan Indonesia, sebagai negara yang dihormati di kancah internasional, memiliki peluang besar untuk memimpin upaya ini.

Tindakan Nyata demi Solidaritas Kemanusiaan

Surat terbuka dari MER-C adalah pengingat bagi kita semua bahwa tangisan anak-anak Gaza, jeritan tenaga medis, dan kehancuran rumah sakit bukan hanya urusan Palestina, tetapi juga urusan kita.

Pemerintah Indonesia harus menjadikan isu ini sebagai prioritas dalam kebijakan luar negerinya.

Jika Indonesia mampu mengambil langkah tegas dan berani, maka dunia akan melihat bahwa bangsa ini bukan hanya besar dalam jumlah, tetapi juga dalam keberanian untuk menegakkan keadilan.

Palestina tidak membutuhkan belas kasihan kita; mereka membutuhkan solidaritas dan tindakan nyata.

Baca Juga:  G7 Terbelah di Tengah Bara Timur Tengah dan Ukraina

Gaza adalah cerminan kemanusiaan kita. Ketika kita memilih diam, maka kita juga turut serta dalam penindasan itu.

Sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat, mari tunjukkan bahwa Indonesia berada di sisi yang benar: bersama rakyat Palestina, demi keadilan dan kemanusiaan.

Wallahu’alam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *