Website Berita dan Opini
Indeks

Jangan Menundanya

Sebuah refleksi

Jangan Menundanya: Sebuah refleksi
Foto FB: Salam Senja

 

Oleh Dede Komarudin Shaleh 

Ada saat dimana kita harus menatap ke belakang. Bukan untuk meratapi kesedihan, bukan untuk menyesali kegagalan, dan bukan pula untuk mengenang setiap keberhasilan dengan penuh kebanggaan. Namun untuk menyelami dasar hati; Sudahkah ia semakin dekat dengan ilahi?

Setiap detik yang kita lalui adalah masa lalu, biarkan ia pergi bersama dengan kesedihan yang pernah kita rasakan. Namun izinkan ia untuk selalu datang menyinggahi; untuk sekedar mengingatkan kita pada rasa syukur dan rasa sesal atas dosa-dosa.

Karena waktu adalah saksi yang tidak pernah menipu. Ia menyimpan segala nikmat yang pernah kita terima, serta mencatat setiap kelalaian yang kita lakukan.

Saat kita sadar atas kesalahan, maka kembali menapaki jalan kebenaran adalah satu-satunya pilihan. Karena kita tahu, semua akan kita pertanggungjawabkan.

Kita tidak pernah tahu kapan kita akan kembali kepada-Nya, namun setiap detik yang berlalu adalah langkah yang mendekatkan kita pada pertemuan itu. Karena dunia ini terus menjauh, sedang akhirat terus mendekat.

Karena itu, janganlah kita menundanya, dan waktu terbaik untuk kembali ke jalan-Nya adalah saat ini. Sebelum tubuh terbaring kaku.

Percayalah, mereka yang diwafatkan hari ini semua mengira bahwa akan ada hari esok. Maka sekali lagi, janganlah kita menundanya.

Akhirul kalam..

Lembaran waktu telah menyimpan segala kisah dan harapan. Dalam diamnya waktu, semoga doa-doa yang tersimpan di langit segera turun menjadi sebuah jawaban. Dalam heningnya qalbu, semoga ada rindu yang membuncah untuk selalu kembali ke jalan yang diridhai-Nya.

 

Cihampelas, 14 Desember 2024

Al Fakiir,

DKS

Baca Juga:  PULANG: Refleksi Sebuah Perjalanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *