
Cimahi, DARAS.ID – Aktualisasi peran mahasiswa dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam menjadi perhatian utama dalam Orientasi Jurusan LINK (Learning, Interacting, and Knowing) yang digelar di Paku Haji, Cimahi.
Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), A. Badru Rifa’i, menegaskan bahwa mahasiswa KPI harus menjalankan komunikasi Islam yang sinergis dengan konsep humanisasi, liberasi, dan transendensi.
Dalam perspektif akademik, profil lulusan KPI harus mencerminkan peran strategis dalam dunia komunikasi Islam. Sebagai khatib, mahasiswa dituntut menjadi orator dan mubaligh yang mampu menyampaikan pesan Islam secara persuasif dan santun.
Dalam bidang i’lam (praktisi media), lulusan KPI diharapkan menjadi jurnalis dan penyiar profesional yang menjunjung tinggi moralitas Islam. Sementara dalam aspek kitabah (penulisan dan konten kreator), mereka harus mampu menghasilkan karya inspiratif yang mendidik.
Tak kalah penting, dalam bidang akademisi dan penelitian, mahasiswa KPI perlu terus mengembangkan kajian ilmiah yang memperkaya khazanah komunikasi Islam.
“Mahasiswa KPI memiliki tanggung jawab besar dalam ya’muruna bil ma’ruf (humanisasi), yakni menyebarkan nilai-nilai Islam yang membangun peradaban; yanhauna ‘anil mungkar (liberasi), dengan melawan informasi destruktif; serta tu’mina billahi (transendensi), sebagai bentuk pengabdian kepada Allah,” tegas A. Badru Rifa’i.
Dalam era digital, di mana arus informasi mengalir tanpa batas, komunikasi Islam harus mampu menjawab tantangan zaman.
Mahasiswa KPI tidak hanya dituntut menguasai teori komunikasi Islam, tetapi juga harus memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi dalam menyampaikan pesan keislaman yang relevan.
Sinergi antara visi akademik Prodi KPI dengan berbagai kegiatan di dalam maupun di luar kampus menjadi kunci bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam dunia komunikasi Islam.
Dengan semangat humanisasi, liberasi, dan transendensi, mahasiswa KPI diharapkan mampu berperan aktif dalam membangun narasi Islam yang mencerahkan, mencerdaskan, dan membebaskan dari berbagai bentuk disinformasi.
Kini saatnya generasi muda Muslim mengambil peran strategis dalam komunikasi Islam yang lebih inklusif dan progresif.
(dinur)






