Agama  

Menghisab Sejak Dini Akan Meringankan Hisaban Di Akhirat

sumber gambar dibuat oleh AI
sumber gambar dibuat oleh AI

Oleh : UIR

Satu bulan sudah kita meninggalkan bulan suci Ramadan, sekarang sudah masuk bulan Dzulqo’dah, maka saat yang tepat dan cepat untuk menghisab diri Ibadah kita pasca Ramadan, agar mudah menimbang amalan kita dan tidak terlalu menumpuk dosa kita.

Ibnu Rajab Al Hanbali dalam kitab lathiful ma’arif hal 288, beliau mengatakan
من علا مة قبول االعمل ان يوفق العبد لعمل بهده

Diantara diterima amal adalah seorang hamba diberi taufiq untuk beramal sholeh setelahnya.

Hisaban di dunia masih dalam kendali dan kekuasaan kita, apakah kita mau berhailah (Apologi) berbohong atau jujur baik dalam ucapan dan perbuatan. tapi catat dan ingat baik-baik bahwa Alloh SWT tidak pernah tidur, terus menggawasi perkataan dan perbuatan kita jangan sampai saat tibanya Yaumul Hisab kita dihukumi kadzabta (bohong kamu). Bisa jadi dengan hailah dan kebohongan di dunia, Audieun atau mustamami sangat terkesima dan menggaguminya kepintarannya berhailah (apologi) dan berbohong dapat menutupinya, dengan kelihaian bicara dan perbuatan. Sehingga mengantarkan dirinya menjadi pejabat di pemerintahan, top leader di perusahaan atau organisasi.

Dengan hailah dan kebohongannya, Terhormat menurut dirinya, padahal menjadi malapetaka bagi dirinya di akhirat.

Kita adalah manusia, bukan malaikat yang selalu benar, bukan iblis yang selalu salah dan berdosa.

Umar bin Khattab menginggatkan kita :

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، فَإِنَّهُ أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ فِي الْحِسَابِ غَدًا أَنْ تُحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ، يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

Artinya:
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Karena sesungguhnya lebih ringan bagi kalian dalam hisab besok jika kalian menghisab diri kalian hari ini. Dan berhiaslah untuk hari ‘penampakan yang besar’. Pada hari itu kamu dihadapkan, tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam _Az-Zuhd_ no. 633, Ibnu Abi Syaibah dalam _Al-Mushannaf_ 7/96, At-Tirmidzi dalam _Shifat Al-Qiyamah_ no. 2459 dan beliau berkata: “Hadits ini mauquf shahih”. Dishahihkan juga oleh Al-Albani dalam _Ash-Shahihah_ no. 1201)

Baca Juga:  Ada Orang yang Paling Sengsara Karena Hartanya: Kok Bisa?

Rasulullah SAW bersabda ;

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya:
“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kepada Allah.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2459, Ibnu Majah no. 4260, Ahmad 4/124. Tirmidzi berkata: hasan.

Ibnu Katsir berkata ;: Maksud “lebih ringan hisabnya” karena dengan muhasabah:
1. Dosa cepat ditaubati → tidak numpuk sampai hari kiamat
2. Kekurangan cepat ditambal → amal wajib yang bolong langsung diqadha
3. Hati sudah terbiasa → tidak kaget saat dibentangkan catatan amal

Maimun bin Mihran berkata: “Seorang hamba tidak akan jadi bertakwa sampai dia menghisab dirinya lebih ketat daripada seorang mitra bisnis menghisab mitranya.”

Hisab di dunia itu kita yang pegang kendali, bisa istighfar dan perbaiki. Hisab di akhirat kita cuma bisa pasrah.

Bersambung….Insya Allah.

الله اعلم

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *