Opini  

Teriak Mengecam Korupsi Lari Mengambil Uang Organisasi

Teriak Mengecam Korupsi Lari Mengambil Uang Organisasi
Foto coretan sendiri Penulis

 

Oleh Chikara Putri Setiawan*

Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely,” kata Lord Acton sang panutan dalam perkara anti korupsi dan etika kekuasaan. Kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut pasti korup. Nampak tidak asing?

Pernahkah kamu melihat deretan mahasiswa mendemo kebijakan sang penguasa? Pernahkah kau mendengar amarah rakyat terhadap para aparat? Atau pernahkah engkau menjadi bagian dari mereka untuk menyuarakan yang katanya keadilan?

Bukankah pada awalnya semua tampak begitu hanif, kelihatan begitu baik hingga akhirnya kesempatan itu datang? Sekelompok mahasiswa mengambil estafeta kekuasaan untuk kembali menista kebijakan, saat ada kesempatan. Sejumlah rakyat menjarah truk bermuatan telur serta ruko yang kebakaran, saat ada kesempatan. Si pembicara mendadak bungkam saat ia merasakan pula manisnya uang oligarki.

Baca Juga:  Bisakah Negeri Ini bebas dari Korupsi?

Di sebuah wadah yang bernama organisasi, kita kerap disuguhkan dengan berbagai isu yang mengancam kesejahteraan. Sebagai pemangku amanah dari organisasi yang dipimpin, tentu menyelesaikan isu tersebut adalah sebuah harga diri. Mengerahkan seluruh isi pikiran serta tenaga seharusnya untuk kemajuan organisasi seharusnya tak perlu dipertanyakan lagi.

Lucu saat sebuah organisasi yang biasanya aktif menyuarakan kebenaran, menggemakan keadilan serta meneriakkan lawan kedzaliman! malah menjadi orang yang pertama lari saat uang organisasinya dicuri. Usut punya usut uangnya hilang dibawa dirinya sendiri.

Saat harta organisasi diambil dengan dalih ridho ilahi akankah ia gugur dari makna pencuri?

Lucu, saat seseorang mengatakan bahwa harta organisasi tak perlu lagi diurusi setelah masa jabatan terlewati. Ia pikir hal ini takkan dibawa mati?

Lebih lucu saat seseorang mengatakan bahwa harta organisasi yang digunakan pribadi tidak lagi disebut ranah pribadi apabila ia menggunakannnya untuk hajat oranglain.

Pertanyaannya, apakah koruptor boleh menggunakan uang negara asal tidak digunakan untuk kebutuhannya pribadi? Seorang pencuri tidak lagi layak dipenjara sebab ia menggunakannya untuk kepentingan ibu sendiri?

Korupsi adalah penghianatan berlapis: terhadap konstitusi, terhadap rakyat, dan terhadap nurani. (Najwa Shihab) Sementara membiarkan pencuri pergi adalah penistaan terhadap tanggungjawabmu sendiri.

*Penulis adalah mahasiswi KPI semester VIII

Responses (0)

  1. Jadi ini tuh intinya apa? kayak belum jelas mana desein dan dasolennya. Seperti sentimen pribadi saja, dan ga dijelaskan tesis atau kondisi idealnya organisasi seperti apa. Izin saran aja buat penulis untuk lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *