
Oleh Neni Kusnaeni*
Guruku
Lihatlah aku muridmu ini
Ketika kau berdiri di depan kelas
Aku senantiasa bercanda dengan temanku dan tak memperhatikanmu
Ketika kau memberiku tugas
Aku terkadang melalaikannya dan sibuk dengan mainanku
Ketika aku berpapasan denganmu
Terkadang ku lupa hanya sekedar untuk mengucapkan salam padamu dan meraih tanganmu
Kau senantiasa mengingatkanku
Bukan untuk meraih hormatku padamu
Tapi mengajarkanku begitu pentingnya adab dan etika dalam kehidupan
Wahai guruku
Mengapa tak kau biarkan aku bersantai-santai di kelas tanpa tugas yang harus ku kerjakan
Mengapa tak kau biarkan aku tertawa-tawa dan bersenda gurau ketika kau sedang mengajar
Mengapa tak kau biarkan aku mentertawakan dan mengejek temanku padahal itu menyenangkan
Mengapa guruku…..
Guruku,
Kau tak pernah berdiam diri
Kau selalu menegurku ketika aku salah
Kau selalu mengingatkanku ketika aku lalai
Bahkan, kau memarahiku ketika tindakanku sudah berlebihan
Tapi aku tahu…… sangat tahu….
Kau menegur dan memarahiku bukan karena kebencian
Bukan… bukan sama sekali…
Kau takut aku menjadi manusia yang tak beretika
Kau takut aku menjadi manusia yang hanya jadi penonton dan tergilas roda jaman
Kau takut aku Tak bisa hidup di masa depan dengan baik
Guruku, lihatlah aku hari ini
Muridmu yang dulu tak mengenal huruf demi huruf
Kata demi kata juga kalimat demi kalimat
Dan hari ini ada bait-bait puisi yang kurangkaikan
Ku harap namaku terpatri di hatimu walau namaku mungkin tak indah untuk kau kenang
Tapi percayalah wahai guruku
Hari ini namamu masih terukir dalam ingatanku
Kaulah manusia yang kudoakan setelah orang tuaku
Kau adalah orang tua keduaku
Kau adalah rumah keduaku
Tanganmu yang hangat dan lembut
Selalu ikhlas dan sabar mengajariku
Terima kasih atas dedikasimu
Terima kasih guruku
Semua kebersamaan denganmu akan kukenang selalu.
*Penulis adalah guru SD SEDUNIA





