Website Berita dan Opini
Indeks
Puisi  

Terima Kasih Guruku

Terima Kasih Guruku
Ilustrasi Pngtree

Oleh Neni Kusnaeni*

Guruku

Lihatlah aku muridmu ini

Ketika kau berdiri di depan kelas

Aku senantiasa bercanda dengan temanku dan tak memperhatikanmu

Ketika kau memberiku tugas

Aku terkadang melalaikannya dan sibuk dengan mainanku

Ketika aku berpapasan denganmu

Terkadang ku lupa hanya sekedar untuk mengucapkan salam padamu dan meraih tanganmu

Kau senantiasa mengingatkanku

Bukan untuk meraih hormatku padamu

Tapi mengajarkanku begitu pentingnya adab dan etika dalam kehidupan

Wahai guruku

Mengapa tak kau biarkan aku bersantai-santai di kelas tanpa tugas yang harus ku kerjakan

Mengapa tak kau biarkan aku tertawa-tawa dan bersenda gurau ketika kau sedang mengajar

Mengapa tak kau biarkan aku mentertawakan dan mengejek temanku padahal itu menyenangkan

Mengapa guruku…..

Guruku,

Kau tak pernah berdiam diri

Kau selalu menegurku ketika aku salah

Kau selalu mengingatkanku ketika aku lalai

Bahkan, kau memarahiku ketika tindakanku sudah berlebihan

Tapi aku tahu…… sangat tahu….

Kau menegur dan memarahiku bukan karena kebencian

Bukan… bukan sama sekali…

Kau takut aku menjadi manusia yang tak beretika

Kau takut aku menjadi manusia yang hanya jadi penonton dan tergilas roda jaman

Kau takut aku Tak bisa hidup di masa depan dengan baik

Guruku, lihatlah aku hari ini

Muridmu yang dulu tak mengenal huruf demi huruf

Kata demi kata juga kalimat demi kalimat

Dan hari ini ada bait-bait puisi yang kurangkaikan

Ku harap namaku terpatri di hatimu walau namaku mungkin tak indah untuk kau kenang

Tapi percayalah wahai guruku

Hari ini namamu masih terukir dalam ingatanku

Kaulah manusia yang kudoakan setelah orang tuaku

Kau adalah orang tua keduaku

Kau adalah rumah keduaku

Tanganmu yang hangat dan lembut

Selalu ikhlas dan sabar mengajariku

Terima kasih atas dedikasimu

Terima kasih guruku

Semua kebersamaan denganmu akan kukenang selalu.

*Penulis adalah guru SD SEDUNIA 

Baca Juga:  Apa Kabar Palestina, Apa Kabar Hati Kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *