Website Berita dan Opini
Indeks

Hubbud Dunya: Saat Tugas Kuliah Menjadi Dakwah

Hubbud Dunya
Program radio “Bincang Muslimah” di Radio Sakinah (Foto: dokpri).

 

Oleh Siti Nurelah*

Di balik kesibukan sebagai ibu rumah tangga, pengurus majelis taklim, dan penggerak kegiatan sosial, sekumpulan ibu-ibu dari komunitas muslimah di Bojongsoang menciptakan gebrakan unik: membuat program siaran radio.

Bertempat di Radio Sakinah 23,8 FM, dengan tagline Sinar Inspirasi Muslimah, mereka meluncurkan program bertajuk “Bincang Muslimah.”

Sebuah Ruang Belajar dan Berbagi untuk Muslimah

“Bincang Muslimah” hadir sebagai ruang dialog yang edukatif dan penuh inspirasi. Tidak hanya menyajikan nasihat keagamaan, program ini mengangkat topik-topik aktual seperti:

  • Parenting Islami
  • Kesehatan keluarga
  • Peran perempuan dalam dakwah
  • Problematika remaja dari perspektif Islam

Dengan pendekatan santai dan membumi, acara ini terasa akrab namun berbobot.

Baca Juga:  Ketika Keimananku Diuji

Awalnya Gugup, Kini Percaya Diri

Para ibu yang sebelumnya belum mengenal dunia penyiaran belajar dari nol: mulai dari teknik dasar siaran, menyusun naskah, penguasaan suara, hingga teknik wawancara.

“Awalnya kami tidak percaya diri, tapi setelah belajar dan siaran pertama, rasanya luar biasa. Ternyata menyampaikan ilmu lewat radio itu sangat menyenangkan,” ujar Bu Hani, salah satu penceramah.

Hubbud Dunya, Tema yang Mengajak Merenung

Salah satu episode menarik dari program ini bertajuk “Hubbud Dunya”—kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Dalam episode ini, para penyiar mengangkat sabda Rasulullah SAW:

“Cinta dunia adalah akar dari segala kesalahan” (hubbud dunya ra’su kulli khathi’ah).

Dengan gaya bahasa yang sederhana dan penuh empati, mereka mengajak pendengar merenung dan mengukur kadar cinta dunia dalam diri masing-masing. Pembahasan ini tidak menggurui, melainkan mengajak berdialog, membumi, dan diselingi kisah inspiratif Tsa’labah bin Hatib yang ingkar setelah dikarunia harta yang berlimpah.

Belajar Serius, tapi Tetap Penuh Keceriaan

Di balik keseriusan program ini, ada cerita hangat dari balik layar. Ternyata, “Bincang Muslimah” adalah bagian dari tugas kuliah yang diberikan dosen. Namun, prosesnya terasa nyata: dari menyusun naskah, merekam suara, hingga mengedit hasil siaran.

Bahkan demi membangun chemistry, kami rela botram dulu sebelum take suara! Katanya, perut kenyang bikin suara mengalir. 😄

Baca Juga:  Mushola Kinclong Mulai Go Digital — Mak Ju Syuting Setor Hafalan dan Review Pipi Glowing!

Dakwah Tak Harus Lantang, Cukup Menyentuh

“Bincang Muslimah” menjadi bukti bahwa dakwah bisa dilakukan dengan cara yang lembut dan menyentuh, tak harus dari mimbar atau panggung besar.

Disiarkan setiap Jumat pukul 09.00–10.00 WIB dan bisa diakses ulang melalui media sosial komunitas, program ini menjadi oase inspirasi bagi muslimah yang ingin terus bertumbuh dan belajar.

Kami berandai-andai, siapa tahu kelak kami benar-benar terjun ke dunia penyiaran sesungguhnya. Modal kami? Semangat, kebersamaan… dan mungkin satu dandang nasi liwet lagi!

Apresiasi dan motivasi dari dosen membuat kami yakin: tugas ini bukan akhir, tapi mungkin permulaan dari jalan dakwah kami yang baru.

*Penulis adalah Mahasiswi KPI IAI Persis Bandung

Editor: San

Response (1)

  1. Ma sya Allah, semua berasal dari mimpi, cita-cita, angan-angan, jadilah sebuah tindakan, kemudian gerakkan dan mudah-mudahan Sakinah Radio 23,8 FM bisa benar-benar mengudara☺️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *