Agama  

Main Gadget: Nikmat Waktu atau Penyesalan di Hari Akhir?

Main Gadget
Ilustrasi

Oleh Hendi Rustandi*

Pernahkah menghitung, dalam satu hari berapa jam mata tertuju pada layar ponsel? Ada yang hanya satu atau dua jam, tapi tidak sedikit yang bisa menghabiskan setengah hari bahkan lebih. Waktu tersedot begitu saja untuk scroll media sosial, menonton video, atau bermain gim. Pertanyaannya, apakah waktu itu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah?

Waktu: Amanah yang Pasti Ditanya

Islam menempatkan waktu sebagai salah satu nikmat terbesar. Allah bersumpah dengan waktu:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2).

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

“Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari, no. 6412)

Artinya, setiap menit yang berlalu adalah amanah. Kelak pada hari kiamat, manusia akan ditanya tentang umurnya, untuk apa dihabiskan.

Baca Juga:  Antara NPD, OCD dan OCPD: Saat Gangguan Kepribadian Menguji Hubungan

Gadget: Jalan Kebaikan atau Jebakan Kelalaian

Gadget pada dasarnya netral. Ia bisa menjadi sarana kebaikan—belajar, berdakwah, bekerja, atau menjaga silaturahmi. Namun, ia juga bisa berubah menjadi jebakan kelalaian, membuat seseorang lalai dari shalat, menunda kewajiban, bahkan terjerumus pada maksiat.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian. Sebab kematian memutus dari dunia, sedangkan menyia-nyiakan waktu memutus dari Allah.”

Setiap jam yang hilang untuk hal sia-sia adalah kerugian yang nyata.

Batasan dan Keseimbangan

Allah melarang sikap berlebihan:

“Janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A‘raf: 31)

Hiburan melalui gadget diperbolehkan selama tidak melampaui batas. Namun, jika sudah menggerus kewajiban ibadah, merusak hubungan keluarga, atau menghabiskan energi tanpa manfaat, maka itu termasuk israf yang dibenci Allah.

Hasan al-Bashri rahimahullah pernah menasihati:

“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian darimu.”

Setiap jam menatap layar seharusnya ditimbang: apakah menambah ilmu, mendekatkan pada Allah, atau membawa manfaat nyata? Jika tidak, maka waktu berharga sedang disia-siakan.

Waktu adalah modal utama hidup, sedangkan gadget hanyalah salah satu cara manusia menggunakannya. Pada hari kiamat, bukan gadget yang akan dihisab, melainkan pemilik waktulah yang ditanya: “Untuk apa umurmu kau habiskan?”

Gunakan gadget sebagai sarana kebaikan, agar setiap detik bernilai ibadah, bukan penyesalan di hadapan Allah.

*Penulis: Dosen dan Mahasiswa Doktoral

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *