
Oleh Noor Wahida Arifin
Dalam pendidikan Islam, memahami fitrah anak menjadi fondasi penting dalam membangun karakter yang sejalan dengan nilai-nilai ketauhidan. Fitrah adalah potensi dasar yang diberikan Allah kepada setiap manusia sejak lahir. Menurut konsep Islam, setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, yaitu kecenderungan alami untuk mengenal Tuhan, mencintai kebaikan, dan membedakan antara benar dan salah. Oleh karena itu, pendidikan anak dalam Islam seyogianya diarahkan untuk menjaga dan menumbuhkan fitrah tersebut, bukan merusaknya.
Berikut ini adalah beberapa sifat fitrah anak yang tercermin dalam kisah-kisah para nabi dan diabadikan dalam Al-Qur’an:
1. Senang Jika Orang Tuanya Seiman dan Seakidah
Fitrah anak sangat peka terhadap akidah dan keyakinan orang tuanya. Dalam QS Maryam ayat 43, Allah mengabadikan dialog antara Nabi Ibrahim dan ayahnya. Nabi Ibrahim dengan penuh kelembutan mengajak ayahnya untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, Pencipta langit dan bumi. Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya kesamaan keyakinan dalam keluarga sebagai bentuk pemenuhan fitrah spiritual anak.
2. Membela Martabat Orang Tua Jika Dihina
Anak memiliki fitrah untuk membela kehormatan orang tuanya, apalagi ketika mereka dihina atau difitnah. Dalam QS Maryam ayat 28–33, diceritakan bagaimana Nabi Isa AS secara mukjizat membela ibunya, Maryam, dari tuduhan keji. Beliau berbicara ketika masih bayi untuk menegaskan kesuciannya dan mengangkat martabat ibunya. Ini menjadi pelajaran berharga bahwa anak yang terdidik dalam fitrah akan menjadi pelindung kehormatan orang tuanya.
3. Senang Mendapat Restu dan Doa Orang Tua
Dalam pendidikan anak menurut Islam, keberkahan hidup anak sangat erat kaitannya dengan keridaan orang tua. Kisah dalam QS Al-Anbiya ayat 78–79 menceritakan bagaimana Nabi Sulaiman AS, meskipun memiliki kecerdasan luar biasa, tetap meminta pandangan dan restu dari ayahnya, Nabi Daud AS, dalam memutuskan perkara. Restu orang tua menjadi jembatan menuju keridaan Allah, sebagaimana ditegaskan pula dalam hadits riwayat Tirmidzi dan Hakim.
4. Cenderung Mengikuti Jejak Orang Tuanya
Fitrah anak juga mencakup kecenderungan meniru perilaku orang tuanya. Dalam QS Al-Maidah ayat 104, digambarkan bagaimana seseorang sulit meninggalkan tradisi orang tua meskipun tradisi itu bertentangan dengan petunjuk wahyu. Ini menjadi peringatan bagi orang tua untuk memberikan teladan yang baik, karena anak sangat mudah meniru apa yang dilakukan, bukan sekadar apa yang dikatakan.
Fitrah Anak dan Pendidikan Nabi-nabi
Memahami fitrah anak dalam perspektif Al-Qur’an bukan hanya menjadi bagian dari parenting Islami, tetapi juga merupakan karakteristik dari metode pendidikan para nabi. Para nabi memahami, menghormati, dan membimbing fitrah anak-anak mereka. Maka, sebagai orang tua atau pendidik, tugas kita adalah menjaga fitrah itu tetap suci dan berkembang dalam nilai-nilai tauhid dan akhlakul karimah.
Editor Nurdin Qusyaeri






