
Oleh Ade Setia Lesmana*
Seorang pria yang bertamu di rumah Sang Kiyai tertegun keheranan.
Dia melihat Sang Kiyai sedang sibuk bekerja sendiri menyikat lantai rumahnya sampai bersih.
Pria itu bertanya:
“Apa yang sedang Anda lakukan, Pak Kiyai?”
Pak Kiyai menjawab:
“Tadi saya kedatangan tamu yang meminta nasehat. Saya berikan banyak nasehat yang bermanfaat. Namun, setelah tamu itu pulang, saya merasa jadi orang hebat. Kesombongan saya mulai muncul. Karena itu, saya lakukan pekerjaan ini untuk membunuh perasaan sombong.”
SOMBONG adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua. Benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari, membuat terkadang kita sulit mendeteksi kesombongan.
1. Tingkat Pertama: Sombong karena Materi
Sombong disebabkan oleh faktor materi, di mana kita merasa:
- Lebih kaya
- Lebih rupawan
- Lebih terhormat daripada orang lain.
2. Tingkat Kedua: Sombong karena Kecerdasan
Sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan, kita merasa:
- Lebih pintar
- Lebih kompeten, yang paling benar
- Lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
3. Tingkat Ketiga: Sombong karena Kebaikan
Sombong disebabkan oleh faktor kebaikan, kita sering menganggap diri:
- Lebih bermoral
- Lebih pemurah
- Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Semakin Tinggi, Semakin Tak Terasa
Yang menarik…
Semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit pula kita mendeteksi kesombongan itu sendiri.
Sombong karena materi mudah terlihat.
Namun, sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sangat sulit terdeteksi.
Apalagi, sombong karena merasa lebih bertaqwa, lebih shalih, atau lebih mengetahui ilmu agama dari rekan-rekan yang lain — itu seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita… 😞
Hanya Allah yang Berhak atas Kesombongan
Subhanallah!
Segala pujian hanya bagi Allah SWT.
Kesombongan hanya milik Allah SWT, tidak diperkenankan untuk kita.
Ingatlah, dahulu makhluk yang paling taat, menyaingi malaikat, tercampak ke dalam kehinaan yang sangat — dialah Iblis.
Introspeksi Diri Setiap Hari
Cobalah berusaha setiap hari, kita introspeksi diri kita, karena setiap hal yang baik & yang bisa kita lakukan, semua adalah karena anugerah Allah SWT.
Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang mendalam.
Karena Nabi SAW bersabda:
“Bila masih ada sebiji dzarah kesombongan dalam hati, tidak akan masuk Surga.”
Iblis sombong karena merasa lebih mulia dari Adam… 😞
Rendah Hati adalah Kunci
Tetaplah bersabar, rendah hati, sebab kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.
Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang terhindar dari kesombongan, dan termasuk dalam orang-orang yang bersabar, rendah hati, serta memperoleh petunjuk dan keridhoan Allah.
*Penulis Mahasiswi KPI IAI Persis Bandung





