Website Berita dan Opini
Indeks
Opini  

Misteri Ijazah Jokowi yang Tak Kunjung Tamat

Ijazah Jokowi
Pic: orinews.id

Oleh Ihsan Nugraha

Ijazah, bagi sebagian besar rakyat Indonesia, adalah benda sakral. Ia bisa menentukan nasib, apakah kamu akan jadi pegawai negeri, buruh kontrak, atau content creator yang hidup dari endorse skincare. Tapi siapa sangka, ijazah juga bisa jadi sumber polemik nasional, apalagi kalau itu ijazah Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

Ya, kamu tidak salah baca. Kita sedang bicara soal drama kolosal bertajuk “Asli atau Palsu?” yang entah mengapa lebih panjang episodenya daripada sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”.

Berawal dari Selembar Kertas

Ceritanya dimulai ketika ada yang mulai bertanya: “Eh, mana bukti kalau Jokowi beneran kuliah di UGM?” Pertanyaan ini awalnya muncul di pojok-pojok internet, lalu merambat ke konferensi pers, masuk ke ruang-ruang debat politik, dan akhirnya ke markas Bareskrim.

UGM sendiri, yang sudah berdiri sejak sebelum Jokowi lahir, menjawab dengan tenang, “Kami punya arsip, skripsi, dan kenangan masa lalu bareng Pak Jokowi.” Bahkan dosen pembimbing skripsinya disebut jelas: Prof. Dr. Achmad Soemitro. Tapi seperti sinetron, makin dijelasin malah makin rame.

Baca Juga:  Jokowi ke Vatikan: Ziarah Zaman Baru atau Ziarah Balas Dendam?

Dosen dari Belanda Ikut Nyelip

Nah, bagian menarik datang ketika Dr. Surya Suryadi, pengajar dan peneliti dari Universitas Leiden, Belanda, ikut menelusuri jejak ijazah Jokowi.

Publik pun bergumam, “Wah, ini makin seru. Dari Solo, kita pindah ke Leiden!” Sebentar lagi jangan kaget kalau kasus ini dianimasikan jadi serial Netflix dengan judul: “The Diploma Code.”

Antara Cek Fakta dan Cek Emosi

Bareskrim Polri pun akhirnya turun tangan. Setelah dicek, ijazah SMA dan kuliah Jokowi dinyatakan asli. Tapi tentu, seperti biasa, tidak semua puas. Roy Suryo, yang lebih sering muncul sebagai pakar telematika daripada mantan Menpora, mengklaim masih banyak kejanggalan. Bahkan beliau ingin melaporkan penyidik Bareskrim. Mungkin beliau ingin jadi detektif Conan versi lokal.

Di sisi lain, banyak rakyat biasa bingung, “Kenapa kita ribut ijazah orang yang udah dua periode jadi presiden?” Pertanyaan sah, mengingat sebagian dari kita bahkan lupa naruh ijazah sendiri di mana, antara laci belakang lemari atau dompet yang kena hujan.

Akhirnya, Kita Kembali ke Realita

Apakah polemik ini akan berakhir? Mungkin. Mungkin juga tidak. Tapi satu yang pasti, ini bukan sekadar soal kertas bertandatangan rektor. Ini soal kepercayaan publik, politik identitas, dan kadang… ya, drama politik itu memang menghibur. Apalagi kalau dibumbui teori konspirasi.

Dan kita, sebagai penonton, seperti biasa duduk manis sambil nyeruput kopi sachet, ikut senyum-senyum lihat meme yang bertebaran di media sosial.

Jadi, kalau kamu ditanya soal polemik ijazah Jokowi, cukup jawab: “Saya sih percaya ijazah saya sendiri dulu aja deh. Yang penting fotonya nggak buram dan masih bisa di-scan buat daftar kerja.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *