
Oleh Parihah*
Pernah ngga sih kamu ngerasa sulit berkata “tidak” meski sebenarnya keberatan? Atau terus berusaha membuat orang lain nyaman hingga kamu sendiri tersiksa?
Jika iya, bisa jadi kamu termasuk People Pleaser. Istilah ini merujuk pada orang yang terlalu ingin menyenangkan orang lain dengan mengorbankan kebutuhan dan perasaannya sendiri.
Apa Itu People Pleaser?
People Pleaser atau sering disebut gak enakan sama orang adalah orang yang rela mengorbankan diri agar diterima, disukai, atau dianggap baik oleh orang lain.
Masalahnya, kebiasaan ini justru membuat seseorang kehilangan jati diri, rentan stres, dan terjebak dalam hubungan tidak sehat.
Ciri-Ciri Seorang People Pleaser
Berikut beberapa tanda yang perlu kamu kenali:
1. Sulit berkata “tidak”
Takut mengecewakan orang lain membuatnya mudah menyetujui permintaan meski berat hati.
2. Takut ditolak atau dikritik
Merasa nilai diri tergantung pada penerimaan orang lain.
3. Sering meminta maaf
Bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan salahnya.
4. Menyembunyikan perasaan atau pendapat
Supaya tidak menyinggung atau berbeda dari orang lain.
5. Sangat terganggu jika dianggap egois
Padahal menjaga diri bukanlah bentuk keegoisan.
6. Mudah merasa bersalah
Jika tidak bisa membantu atau memenuhi ekspektasi orang lain.
7. Selalu berusaha tampil sempurna dan baik
Karena takut dinilai buruk.
Dampak Negatif Menjadi People Pleaser
Berikut beberapa risiko serius jika terus-menerus menjadi People Pleaser.
1. Kehilangan Jati Diri
Terlalu sibuk menyenangkan orang lain hingga lupa siapa diri sendiri dan apa yang sebenarnya diinginkan.
2. Stres dan Kelelahan Emosional
Menahan beban perasaan dan kebutuhan yang tidak terpenuhi menyebabkan kelelahan mental.
3. Rasa Tidak Bahagia dan Tertekan
Menjalani hidup bukan berdasarkan keinginan sendiri membuat hidup terasa sempit dan menekan.
4. Hubungan yang Tidak Sehat
Orang lain bisa memanfaatkan kebaikan yang tidak memiliki batas.
5. Harga Diri Rendah
Nilai diri bergantung pada validasi eksternal dan pujian orang lain.
Bagaimana Cara Berhenti Jadi People Pleaser?
Menghentikan pola People Pleaser butuh kesadaran dan latihan. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu:
1. Sadari dan Akui Pola Ini
Langkah pertama adalah menyadari bahwa kamu melakukannya bukan karena cinta tulus, tapi karena takut ditolak.
2. Belajar Berkata “Tidak” dengan Tenang
Menolak bukan berarti jahat. Kamu punya hak memilih dan melindungi diri sendiri.
3. Kenali Batas Dirimu (Boundaries)
Pahami apa yang bisa kamu sanggupi dan apa yang tidak. Sampaikan dengan jelas, tegas, dan tetap hormat.
4. Utamakan Kejujuran Emosional
Katakan apa yang kamu rasakan dan butuhkan, meski tidak selalu sesuai harapan orang lain.
5. Latih Self-Worth dari Dalam
Ingat, kamu berharga bukan karena disukai orang lain, tapi karena kamu manusia yang utuh.
6. Pahami bahwa Menolak Bukan Berarti Tidak Peduli
Menjaga kesehatan mental adalah bentuk kepedulian pada dirimu sendiri dan relasi yang sehat.
Inspirasi Al-Qur’an
“Janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya, nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS. Al-Isra: 29)
Kutipan Inspiratif
“Kamu tidak diciptakan untuk memenuhi ekspektasi semua orang. Tugasmu adalah menjadi versi terbaik dirimu sendiri.”
“You can be kind without betraying yourself.”
Penutup
Menjadi orang baik itu mulia, tapi baik secara sehat jauh lebih bermakna. Kamu tidak perlu disukai semua orang.
Yang terpenting adalah kamu bisa menyukai, menghargai, dan merawat dirimu sendiri.
*Perjuangan penulis untuk keluar dari pribadi “si People Pleaser” (gak enakan).
Editor: San







Mantap