Website Berita dan Opini
Indeks

Tak Ada Usia Tua Melainkan Fisik yang Tak Muda – Semangat Belajar Sepanjang Hayat

Tak Ada Usia Tua
Gambar Ilustrasi

Oleh Susi Susilawati*

Rasa riang, gembira, dan penuh suka cita tampak jelas di wajah para siswa SMA menjelang kelulusan. Momen ini menandai langkah awal menuju jenjang perkuliahan—studi lanjutan yang membuka pintu ke dunia baru sesuai dengan minat dan cita-cita masing-masing.

Dibandingkan masa sekolah sebelumnya yang penuh keterbatasan dalam pakaian, pergaulan, dan metode belajar, dunia kampus menghadirkan suasana yang lebih terbuka dan membebaskan.

Suasana ini terasa lebih menyenangkan, karena para mahasiswa didominasi oleh anak-anak muda seusia—generasi penuh energi, semangat, dan harapan.

Emak-Emak Tangguh yang Tak Mau Kalah

Namun, di balik keramaian mahasiswa Gen-Z yang enerjik itu, ada sosok-sosok luar biasa dari kalangan emak-emak pencinta ilmu. Mereka adalah para wanita tangguh yang menolak dikalahkan oleh usia.

Baca Juga:  Yo, Gen Z! Kuliah di IAI Persis Bandung Bikin Hidup Lo Epic Tanpa Cringe!

Sekalipun tidak muda lagi, mereka hadir di bangku kuliah dengan semangat yang membara. Kampus-kampus yang inklusif pun memberi ruang bagi siapa saja yang haus ilmu, tak terbatas usia atau generasi.

Apa yang membuat mereka tetap semangat? Jawabannya adalah keyakinan.

Prinsip “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslimin dan muslimat sejak dari buaian hingga ke liang lahat” menjadi penyemangat dalam perjuangan mereka. Prinsip long life education (belajar sepanjang hayat) menjelma menjadi gerakan nyata yang dijalankan dengan sepenuh hati.

Di lingkungan organisasi Persatuan Islam (Persis), fenomena ini tampak nyata. Dahulu kampusnya berada di tengah tambak ikan, kini telah menjelma menjadi kawasan elit metropolitan yang menampung mahasiswa lintas usia.

Tamhiedul Muballighat yang Menginspirasi

Salah satu kelompok yang patut diapresiasi adalah para tamhiedul muballighat—alumni dari berbagai PD tingkat kabupaten dan kota.

Mereka datang dengan ketekunan luar biasa, bersaing sehat dengan para mahasiswa muda. Meski fisik tak sekuat dulu, mereka tetap konsisten hadir dan aktif mengikuti proses belajar.

Mereka hadir bagaikan permata di antara kerikil—menonjol karena keteguhan dan semangat yang tak mudah padam. Meski fisik tak lagi muda, mereka membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus berilmu. Mereka memang mudah lelah, tapi tak pernah menyerah.

Tak Pernah Lelah untuk Ilmu dan Ibadah

Alhamdulillah, hingga hari ini perjuangan itu masih terus berjalan. Semangat mereka menjadi teladan bagi generasi mana pun bahwa menuntut ilmu tidak mengenal usia. Prinsip hidup mereka sederhana tapi penuh makna: “Tak Ada Usia Tua Melainkan Fisik yang Tak Muda.”

*Penulis Mahasiswi KPI IAI Persis Bandung

IAI Persis Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *