
Oleh Nurdin Qusyaeri
Hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan warna, terkadang bahagia menyelimuti kita seperti pelangi setelah hujan, namun tak jarang kesedihan datang seperti badai yang mengguncang jiwa.
Namun bukankah itu makna hidup yang sesungguhnya? Kita tidak sedang di surga yang penuh suka cita tanpa cela, dan kita juga bukan di neraka yang penuh dengan derita tiada akhir.
Dunia adalah persinggahan sementara, tempat kita belajar makna sejati dari keberadaan.
Sebaik apa pun kita merencanakan hidup, ada kuasa yang jauh lebih besar yang menggenggam segala rencana kita. Dialah Allah, dengan segala kebijaksanaan-Nya yang tak tertandingi. Apa yang terlihat buruk bagi kita, bisa jadi adalah anugerah yang terselubung. Dan apa yang kita anggap baik, mungkin saja mengandung ujian yang tersembunyi.
Kita sering kali terpaku pada apa yang kasat mata, bahagia atau sedih, senyum atau air mata. Tetapi adakah kita bertanya pada diri sendiri, mana yang sesungguhnya lebih mendekatkan kita kepada-Nya? Apakah kebahagiaan yang membuat kita sering lupa bersyukur, atau kesedihan yang mengajarkan kita arti berserah?
Saudaraku, setiap langkah dalam hidup ini adalah ujian. Ketika bahagia menghampiri, ucapkanlah syukur, karena itu adalah tanda cinta-Nya.
Ketika sedih melanda, bersabarlah, karena itu pun tak lain adalah kasih sayang-Nya yang ingin mendidik kita agar lebih kuat dan lebih dekat pada-Nya.

Hidup adalah sebuah tarian antara rencana kita dan ketentuan-Nya. Maka janganlah pernah berputus asa, jangan pula terbuai oleh gemerlap dunia. Apapun yang terjadi, yakinlah, rencana Allah adalah yang terbaik.
Karena pada akhirnya, hidup ini bukan tentang apa yang kita miliki di dunia, tetapi tentang seberapa dekat kita kepada Sang Pencipta.
Jadi, jelas ya, bahwa hidup ini tentang perjalanan menuju-Nya. Wallahu’alam





