Website Berita dan Opini
Indeks

Di Rumah Sakit Tuhannya itu uang, Malaikatnya adalah dokter.

Kisah tragis Raya, bocah tiga tahun asal Sukabumi yang meninggal akibat infeksi cacing gelang setelah terhalang birokrasi rumah sakit.

Rumah sakit Tuhannya uang
Raya bocah tiga tahun meninggal akibat infeksi cacing gelang. (Foto: Liputan6)

Daras.id – Kisah memilukan datang dari seorang anak berusia tiga tahun bernama Raya. Bocah asal Sukabumi itu meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit infeksi cacing gelang yang menyerang tubuhnya.

Video kondisi Raya sempat diunggah akun @rumah_teduh_sahabat_iin pada Agustus 2025 dan ramai dibicarakan di media sosial. Rekaman medis menunjukkan parasit sudah menyebar di dalam tubuh hingga membuatnya lemah. Kasus ini menyoroti betapa rentannya anak-anak ketika sistem kesehatan dan perlindungan sosial tidak berpihak pada mereka.

Baca Juga:  Korupsi Kuota Haji 2024 dan Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Latar Belakang Keluarga Raya

Raya hidup di lingkungan keluarga dengan keterbatasan pengasuhan. Kedua orang tuanya diketahui mengalami gangguan mental sehingga perhatian terhadap kesehatannya sangat minim. Sehari-hari ia tinggal di rumah panggung sederhana, bermain di lantai tanah yang bercampur kotoran, hingga akhirnya terpapar penyakit.

Pada 13 Juli 2025, Raya dibawa ke rumah sakit oleh relawan Rumah Teduh. Namun, perawatan medis tersendat karena persoalan administrasi. Ia tidak memiliki dokumen identitas maupun jaminan kesehatan. Pihak rumah sakit hanya memberikan waktu tiga hari untuk melengkapi persyaratan. Hingga batas waktu berakhir, dokumen itu tidak kunjung ada sehingga biaya perawatan dibebankan secara mandiri.

Sayangnya, kesempatan untuk mendapat penanganan cepat hilang begitu saja. Di tengah kondisi kritis, Raya justru terjebak dalam rumitnya urusan birokrasi hingga akhirnya meninggal dunia.

Pelajaran dari Kasus Raya

Kasus meninggalnya Raya menunjukkan rapuhnya sistem kesehatan dan perlindungan sosial di Indonesia. Anak-anak dari keluarga rentan menjadi korban karena ketidakmampuan mengakses layanan medis yang seharusnya menjadi hak dasar mereka.

Source: @rumah_teduh_sahabat_iin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *