
Oleh UIR (Ustadz Iwan Ridwan)
Tatkala Nabi Saw terdengar sakit sepulang dari haji wada’. Setan mulai dibawakan Al Aswad Al Ansi agar kembali pada kekufuran, dia berkata tentang Alloh dengan dusta, dia mengaku kepada penduduk Yaman sebagai nabi yang diutus Alloh SWT
Pengakuan kenabiannya mendapat perlawanan dari seorang tabiin Abdullah bin Tsuwab yang lebih terkenal dengan nama kunyahnya Abu Muslim Al Khauli.
Dengan cepat dakwah Al Aswad nabi palsu disebarkan kepenjuru Yaman dan semakin banyak pengikutnya. Maka Al Aswad Nabi palsu sangat ingin pengaruhnya tidak ada orang yang menghalangginya, sehingga memberi ancaman akan membakarnya hidup-hidup dan mengusirnya.
Qodarulloh Akhirnya nabi palsu lebih memilihnya untuk mengusirnya.
Berangkatlah Abu Muslim ke Madinah, dengan harapan bisa bertemu dengan Rosululloh Saw akan tetapi tersiar kabar bahwa Rosululloh Saw telah wafat akhirnya dia hanya bisa bertemu dan berguru kepada sahabat yang mulya generasi pertama.
Orang-orang Madinah menanyakan kepada Abu Muslim tentang Nabi Palsu Al Aswad kepada beliau, kemudian Umar bin khotob berkata: Alloh SWT telah membunuh melalui tangan orang beriman.
Tatkala kholifah di pegang oleh Amirul Mukminin Mu’awiyah, beliau Abu Muslim mendatanginya, beliau mendapatkan Mu’awiyah sedang duduk dan dikelilingi oleh para pejabat, panglima perang dan tokoh-tokoh Kaum.
Abu Muslim memberi salam “Assalamu’alikum ya Ajirul (pelayan) mukminin, sontak membuat kaget para pejabat, panglima perang dan para tokoh, bahkan sampai menegurnya berteriak Amirul Mukminin bukan Ajirul, beliau tak memperdulikan tanggapan mereka, bahkan bekali-kali kembali salamnya. Akhirnya orang-orang mengecamnya dengan kata-kata yang kasar.
Abu Muslim berkata: Anda-anda adalah orang yang diangkat Alloh SWT sebagai pejabat bagi umat, seperti orang yang disewa untuk mengurus ternak-ternaknya, jika merawat dengan baik sehingga besar, maka akan mendapat upah besar, akan tetapi jika teledor maka akan menerima murka dan hukuman. Wahai Mu’awiyah, bolehkah memilih mana yang baik bagi anda mau upah mana yang anda kehendaki?.
Mu’awiyah tertunduk lalu berkata: semoga Alloh SWT membalas anda yang lebih baik, anda telah memberi nasehat karena Alloh dan rosulnya bagi kebaikan umat muslimin.
Nasehat yang lebih keras dari Abu Muslim kepada Mu’awiyah, “Wahai Mu’awiyah (selalu tanpa mengucapkan Amirul mukminin) sadarkah anda bahwa hari ini atau esok, anda akan mati dan berumah dilahat, dan anda akan medapatkan pertanyaan tanggung jawab tentang kedudukan anda, jika baik bekalnya anda akan mendapatkan balasan baik, namun sebaliknya jika buruk bekalnya anda akan mendapat siksa Alloh SWT.
(Resume kitab showarun min hayati At Tabiin hal 301-308)1
—————————
Kepemimpinan adalah Amanah Alloh SWT. Kecil maupun besar tak diubahnya seperti sumber air, jika bersih maka air yang mengalirnya akan bersih. Kedzoliman bisa dihapus dengan keadilan atau Keihsanan.
Wallahu a’lam.





