
Bandung, DARAS.ID – Perkumpulan Alumni SMAN 4 Angkatan Tahun 1985 (PERKAMI 4.85) sukses menggelar seminar parenting dan lomba mewarnai bertema “Berbagi Ilmu dan Keceriaan dari PERKAMI 4.85 untuk Orang Tua, Guru, serta Siswa Taman Kanak-kanak”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SMPN 1 Ciparay, Kabupaten Bandung ini bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua dan guru dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era modern.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dra. Eva Sadrina, Psi., seorang psikolog berpengalaman, dan DR. Novi Kadarini, MM., praktisi kesehatan.
Bersama mereka, sejumlah tokoh lainnya, seperti Dra. Eli Nurlaeli, Nia Nurhalimah, S.E., Hj. Thoriqoh Nashrullah Fitriyah, S.T., M.E.Sy., Rifki Fauzi, S.E., serta Heli Tohar Helmy, M.Ag., turut memperkaya diskusi.

Materi yang dibahas mencakup isu-isu krusial, seperti kecenderungan perilaku LGBT pada anak, deteksi dini penyimpangan perilaku, dan strategi pengasuhan berbasis nilai-nilai moral dan sosial.
Ketua panitia, Enriko, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi PERKAMI 4.85 dalam membantu membentuk generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia.
“Kami ingin memberikan manfaat yang nyata bagi peserta, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa pengasuhan anak adalah upaya bersama dalam membentuk masyarakat yang lebih baik,” jelasnya.
Selain seminar, acara ini juga diramaikan dengan lomba mewarnai bertema “Aku Anak Hebat dan Ceria” yang diikuti puluhan siswa dari TK Aisyiah di Kecamatan Ciparay. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kreatifitas, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak.
Panitia lainnya, Dra. Eli Nurlaeli, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pendidikan dan pengasuhan anak.
“Generasi masa depan adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya sekolah dan orang tua, tetapi seluruh elemen masyarakat harus menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga menjelang Dzuhur ini dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan orang tua dan guru.
Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih kuat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. (dinur)





