Website Berita dan Opini
Indeks

Krisis Gaza Memuncak dengan Kelaparan dan Serangan Terhadap Rumah Sakit

Krisis Gaza
Seorang anak saat menunggu makanan dari dapur amal di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 21 Agustus 2025 [Hatem Khaled/Reuters]
Internasional, Daras.id – Krisis Gaza memasuki fase paling kelam. Di tengah runtuhnya infrastruktur sipil, dunia internasional menghadapi tiga kabar besar sekaligus: kelaparan yang secara resmi dinyatakan sebagai “famine”, serangan udara Israel yang menghantam rumah sakit hingga menewaskan jurnalis, dan peringatan Human Rights Watch bahwa Amerika Serikat berpotensi menanggung tanggung jawab hukum internasional.

Gaza Terperosok ke Jurang Kelaparan

Badan pangan global Integrated Food Security Phase Classification (IPC) untuk pertama kalinya menegaskan Gaza masuk kategori kelaparan fase 5. Lebih dari 500 ribu warga Gaza kini mengalami krisis pangan akut, dengan proyeksi meningkat menjadi lebih dari 640 ribu dalam waktu enam minggu.

UNICEF mencatat lebih dari 12 ribu anak menderita malnutrisi hanya dalam satu bulan terakhir. Laporan lapangan menyebut antrean panjang warga untuk roti, air, dan kebutuhan pokok masih menjadi pemandangan sehari-hari. Situasi ini disebut sebagai salah satu puncak Krisis Gaza yang menjadikan Gaza sebagai wilayah dengan penderitaan kemanusiaan paling parah di Timur Tengah dalam sejarah modern.

Baca Juga:  Gaza Alami "Genosida Paling Kejam dalam Sejarah Modern", PBB Desak Israel Akhiri Pendudukan

Serangan Ganda ke Rumah Sakit Nasser

Belum pulih dari krisis pangan, Gaza kembali diguncang serangan udara Israel yang menghantam Rumah Sakit Nasser di Gaza Selatan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk lima jurnalis dari Reuters, AP, Al Jazeera, dan Middle East Eye.

Yang lebih memilukan, serangan kedua justru terjadi ketika petugas medis dan jurnalis berusaha melakukan evakuasi korban. Israel menyebut peristiwa itu sebagai “kecelakaan tragis” dan berjanji menyelidiki, namun kecaman internasional terus berdatangan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa serangan ke fasilitas kesehatan adalah “pukulan terhadap kemanusiaan dan kebebasan pers”.

Human Rights Watch Ingatkan Keterlibatan Amerika Serikat

Dalam laporan terbarunya, Human Rights Watch (HRW) memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa dimintai pertanggungjawaban hukum internasional karena memberikan dukungan militer, intelijen, dan logistik kepada Israel.

Menurut HRW, bantuan yang memungkinkan terjadinya serangan terhadap warga sipil dapat digolongkan sebagai bentuk keterlibatan dalam kejahatan perang. Pernyataan ini membuka babak baru dalam wacana internasional: bukan hanya Israel, tetapi juga mitra strategisnya kini berada dalam sorotan hukum global.

Baca Juga:  Inggris Akan Akui Negara Palestina pada September 2025 Jika Israel Gagal Penuhi Syarat

Krisis Gaza Menjadi Titik Gelap Kemanusiaan

Kelaparan massal yang menjerat ratusan ribu orang dan serangan ke fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Nasser menunjukkan bahwa batas-batas kemanusiaan telah dilampaui. Dunia internasional kini berhadapan dengan kenyataan pahit: tragedi di Gaza bukan sekadar konflik bersenjata, melainkan kehancuran hak hidup paling dasar.

(Daras.id, Newsroom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *