Website Berita dan Opini
Indeks
Berita  

Tragedi Ponpes Al-Khoziny Menjadi Bencana dengan Korban Terbanyak di Tahun 2025

Bangunan tiga lantai yang masih dalam tahap renovasi ambruk saat santri melaksanakan salat ashar

Tragedi Ponpes Al-Khoziny
Bangunan ambruk di Ponpes Al-Khoziny (Foto: suarasurabaya)

Daras.id — Ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny menjadi salah satu tragedi paling memilukan dan menelan korban terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2025. Peristiwa ini terjadi pada 29 September 2025, ketika bangunan tiga lantai di kompleks ponpes tersebut runtuh menimpa para santri yang tengah melaksanakan salat ashar.

Bangunan yang roboh diketahui masih dalam tahap renovasi, dan lantai tiga baru saja dicor pada hari yang sama. Namun, sore harinya, cor atap yang belum mengering tiba-tiba runtuh, menimpa para santri di bawahnya. Banyak korban terjebak di antara reruntuhan beton bertingkat yang menjepit tubuh mereka.

Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, menyebut ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny sebagai kegagalan konstruksi. Ia menjelaskan bahwa struktur bangunan runtuh dengan pola “pancake model” atau runtuh bertumpuk, di mana setiap lantai jatuh menimpa lantai di bawahnya.

Baca Juga:  Tragedi Ponpes Al Khoziny: 17 Santri Meninggal, Negara Hanya Datang Setelah Runtuh

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa penyelidikan hukum terkait penyebab dan pihak yang bertanggung jawab akan menjadi kewenangan kepolisian setelah proses pencarian dan evakuasi korban selesai.

Pencarian Memasuki Hari ke-8

Hingga Senin, 6 Oktober 2025, proses pencarian telah memasuki hari ke-8. Data Basarnas hingga Senin malam mencatat total korban mencapai 167 jiwa. Dari jumlah tersebut, 165 orang dan tujuh potongan tubuh telah ditemukan. Rinciannya sebagai berikut:

  • 61 orang meninggal dunia
  • 104 korban dinyatakan selamat
  • 4 orang telah selesai menjalani perawatan
  • 99 korban masih dirawat di rumah sakit
  • 1 korban tidak memerlukan perawatan medis

Sementara itu, berdasarkan daftar absensi pondok pesantren, dua santri masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian intensif oleh tim SAR.

Tragedi Terbesar Sepanjang 2025

BNPB menyebut bahwa korban ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny merupakan yang terbanyak sepanjang tahun 2025. Sebagai pembanding, gempa di Poso pada Agustus 2025 menewaskan 2 orang dan melukai 44 orang, sedangkan banjir bandang di Bali menewaskan 18 korban jiwa.

Tragedi ini menjadi peringatan keras terhadap lemahnya pengawasan dan keselamatan konstruksi, terutama dalam proyek renovasi bangunan pendidikan dan keagamaan.

(Daras.id, Newsroom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *